Daftar Hewan Ternak yang Bisa dipelihara sekitar Rumah

Beternak merupakan salah satu usaha yang mungkin jarang dilirik oleh masyarakat Indonesia. Padahal jika dikelola dengan benar bisa mendatangkan keuntungan jutaan rupiah per bulan nya. Ada banyak sekali hewan yang bisa kita gunakan untuk dibudidayakan dengan berbagai fungsi. Namun apakah ada hewan ternak di rumah yang bisa dibudidayakan?

Mulai diambil dagingnya, dimanfaatkan kulitnya, hingga dikonsumsi secara rutin. Bagi kamu yang ingin membuka sebuah usaha mulai usaha beternak. Berikut ini hewan ternak yang bisa dipelihara secara rumah yang mudah untuk pemula.

Bacaan Lainnya

Daftar Hewan Ternak yang dipelihara di Rumah

Ada banyak sekali jenis tanaman hias yang bisa dibudidayakan dengan tidak semua bisa dipelihara dan dibudidayakan di sekitar rumah. Hal ini ditanamkan hewan ternak umumnya memiliki limbah buang yang cukup merepotkan, hingga ruang untuk budidaya yang dibutuhkan cukup besar.

Sehingga tidak memungkinkan untuk yang berada di dekat perkampungan ataupun memelihara hewan ternak dalam jumlah yang banyak. 

Berikut ini akan kita bahas mengenai beberapa ide hewan ternak yang bisa dibudidayakan di sekitar rumah. Khususnya dengan kuantiti yang tidak terlalu banyak namun efektif.

1. Ikan Lele

Budidaya Lele l source : radarsurabaya
Budidaya Lele l source : radarsurabaya

Pertama hewan ternak yang paling sering dibudidayakan adalah ikan lele. Alasannya,karena sangat mudah untuk dikembangkan dan tidak memiliki kesulitan dalam perkembagnannya. Selain itu, lele juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap tempat hidupnya. Walaupun aliran air yang tidak terlalu rendah, tetapi ikan tersebut tetap bisa hidup.

Selain itu, jika kamu masih menggunakan kolam manual dengan memanfaatkan terpal atau kolam buatan dengan ukuran kecil. Kamu tetap bisa usaha ikan lele, dengan jumlah yang disesuaikan dengan ruang yang ada. Tidak ada alasan kamu untuk bingung untuk memulai usaha, dengan budidaya hewan ternak lele ini bukan?

2. Ayam

Budidaya ayam l source : visitasean50

Selanjutnya apabila kamu memiliki halaman ataupun sisa tanah di belakang rumah. Kamu bisa memanfaatkannya untuk menjadi kandang ayam. Hewan ternak yang bisa bermanfaat dan dijadikan sebagai ladang usaha selanjutnya, adalah ayam.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa ada banyak sekali jenis makanan di Indonesia, yang memanfaatkan ayam sebagai bahan utama. Belum lagi ayam juga digunakan sebagai daging yang harganya murah dan dikonsumsi oleh banyak masyarakat Indonesia, terutama umat muslim.

Kamu tetap bisa melakukan budidaya ayam di rumah, dengan jumlah yang tidak terlalu banyak namun tetap rutin. Saat waktunya panen, kamu akan merasakan keuntungan dengan beternak ayam ini. Namun jangan lupa, bahwa beternak ayam umumnya menimbulkan bau, sehingga harus diantisipasi dengan membersihkan kandang secara rutin.

3. Kambing

Budidaya kambing l source : gmdorganic

Selanjutnya hewan ternak yang bisa dipelihara di rumah adalah kambing. Walaupun tidak terlalu banyak. Seperti beberapa masyarakat di area Jawa Tengah atau Jawa Timur menggunakan hewan kambing, sebagai salah satu investasi yang bisa di lakukan untuk mengelola harta atau kekayaan mereka.

Masing-masing rumah, memiliki kurang lebih 2 kambing. Dengan harga berkisar antara 2 sampai 3 juta rupiah per ekornya. Umumnya banyak orang mencari hewan kambing ketika idul adha, ataupun bagi mereka yang ingin berkurban di luar idul adha.

Kamu bisa menyediakan kandang untuk kambing saja di dekat rumah. Nantinya mereka akan melahirkan satu atau dua anak yang bisa dibesarkan. Kemudian dijual kembali dan begitu seterusnya. Kekurangan dari beternak kambing, yakni memenuhi makanannya terutama bagi yang tinggal di are perkotaan besar sehingga harus mencarinya di perkampungan.

4. Ternak Hewan di Rumah dengan Belut

Budidaya belut l source : youtube asep tino

Memulai usaha, dan memutuskan beternak lele mungkin sudah biasa. Tetapi menemukan orang yang memutuskan untuk usaha belut sangat jarang. Ternyata ternak belut bisa menjadi salah satu solusi, bagi kamu yang ingin melakukan usaha dirumah. Dengan tempat dan modal yang terbatas, tetap bisa beternak lele.

Apalagi beternak belut tidak akan mengganggu rumah ataupun tetangga sebelah. Umumnya ternak belut hampir serupa dengan ikan lele, namun pemeliharaan dan juga pemberian makannya yang lebih rumit dibandingkan ikan lele. Kamu, harus diperhatikan dengan benar karena beliau sendiri. 

Belut termasuk hewan yang sensitif dan sulit untuk dikembangbiakkan. Tetapi jika sudah berhasil, maka belut ini bisa mendatangkan keuntungan yang cukup banyak. Karena belut sendiri ibutuhkan di berbagai kota besar misalnya restoran, atau usaha camilan dan makanan ringan.

5. Ternak Hewan di Rumah dengan Itik

Budidaya itik l source : lampungpost

Selanjutnya daftar hewan ternak yang dipelihara sekitar rumah adalah itik ataupun entok. Dimana usaha/beternak itik memang tidak bisa di tengah perkotaan, tetapi bagi kamu yang memiliki lahan luas dirumah bisa dimanfatkan. Tidak perlu berjumlah banyak, cukup 10 hingga 15 ekor saja, kamu bisa menghasilkan telur untuk dijual atau kamu bisa membudidayakannya. 

Dibandingkan dengan ayam, itik mengeluarkan biaya pemeliharaan yang lebih sedikit. Itik juga hanya waktu 1 bulan saja, untuk bisa berkembang biak dan menghasilkan ikan baru. Lebih bagus jika kamu membuat kolam buatan dari terpal, agar anak itik bisa berenang dan mencari makan langsung. 

6. Ikan Nila

budidaya ikan nila l Source: youtube feby ian

Selanjutnya ada ikan nila yang masuk kedalam jajaran ikan yang bisa dibudidayakan dengan maksimal dirumah. Ada banyak pasar yang mencari ikan tawar, sedangkan peluang budidaya ikan tawar ini jarang dikelola dengan baik.

Padahal jika serius, kamu bisa mendapatkan keuntungan jutaan. Mengingat kebutuhan ikan air tawar di pasar cukup baik. Ditambah lagi, ikan nila tidak membutuhkan kolam yang besar. Namun cukup air yang bersih, serta pemberian pakan dan nutrisi yang rutin.  Dijamin ikan memiliki tubuh yang besar dan daging yang enak serta tidak pahit. Hal yang paling penting adalah budidaya ikan ini bisa berjalan dengan waktu yang panjang walaupun dilakukan dirumah.

Selain keenam hewan diatas, jika memiliki lahan yang lebih luas kamu bisa manfaatkan untuk beternak jenis hewan yang lebih luas. Misalnya saja hewan seperti sapi, kelinci, ataupun burung puyuh dengan kuantiti/jumlah yang lebih banyak. Nantinya kamu akan mendapatkan keuntungan per-beberapa bulan sesuai dengan siklus perkembangbiakan hewan ternak terkait. Khusus untuk hewan ternak besar seperti kambing, sapi dan kerbau umumnya memakan waktu 10-12 bulan.

Hal yang penting, ketika memutuskan untuk usaha atau beternak yakni memperhatikan tempat memelihara hewan tersebut. Baik kondisi kandang dan juga area harus sesuai dengan tempat hidup hewan tersebut. Selain itu, makanan dan asupan nutrisi hewan haruslah dijaga. Apalagi jika hewan ternak tersebut dimanfaatkan bagian dagingnya, hewan yang memiliki nutrisi sangat baik akan memiliki rasa yang jauh lebih enak dan berbeda. Harga di pasaranpun lebih mahal untuk daging berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.