5 Jenis Ayam Petelur Wajib Kamu Ketahui

Ayam Petelur
Sumber: Artem Beliaikin/Pexels

Guna mencukupi asupan sumber protein, masyarakat banyak mengkonsumsi telur ayam. Sehingga tidak mengherankan apabila ternak unggas jenis ayam petelur menjadi primadona bagi masyarakat baik dalam skala rumah tangga maupun skala peternakan dengan omzet yang besar pula. Untuk memperoleh hasil telur yang maksimal, sebaiknya Sobat Agribisnis memilih bibit ayam petelur yang berkualitas pula. Kita ketahui bersama ada dua kelompok ayam petelur yang dapat Sobat pilih. Masyarakat sudah mengenal ayam joper sebagai ayam unggulan dari jenis ayam bukan ras. Dan ayam petelur lainnya adalah ayam ras. Dari kedua kelompok ayam petelur tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Walaupun sebenarnya tidak hanya 5 (lima) jenis ayam petelur yang wajib kamu ketahui. Namun demikian pada artikel ini akan dikupas 5 (lima) jenis ayam petelur wajib kamu ketahui.

Kriteria Ayam Petelur Yang Wajib Kamu Ketahui

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil produksi telur seluruh Indonesia pada tahun 2020 mencapai 5.044.394,99 Ton. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebesar 291.012,76 Ton. Peningkatan produksi telur tersebut tentunya tidak lepas dari jenis ayam petelur yang berkualitas unggul. Oleh karenanya Sobat Agribisnis wajib mengetahui kriteria dari kedua kelompok ayam petelur yang berkualitas, Kriteria yang menjadi rujukan adalah berdasarkan usia awal produksi, jumlah rata-rata produksi dan ketahan ayam terhadap penyakit.

Bacaan Lainnya
  • Usia Awal Produksi. Usia awal produksi merupakan, usia untuk pertama kali ayam petelur memproduksi telur. Karena semakin cepat ayam petelur menghasilkan telur maka dapat menutupi biaya kebutuhan pakan dan perawatan ayam tersebut. Ayam petelur ras biasanya usia awal produksinya lebih awal dari ayam petelur ras. Rata-rata usia ayam pertama kali bertelur adalah pada usia 18-20 minggu. Pada saat muda, ayam petelur akan menghasilkan telur lebih banyak dibandingkan pada usia tua ( 3 bulan keatas).
  • Jumlah Rata-rata Produksi. Semakin banyak ayam petelur memiliki kemampuan bertelur, maka ayam tersebut dalam kategori ayam berkualitas unggul. Pada umumnya ayam ras akan menghasilkan telur lebih banyak dibandingkan ayam buras. Namun dari segi harga, harga telur ayam buras lebih mahal dari telur ayam ras. Namun jika dikalkulasi antara jumlah produksi telur dan harga jualnya, pada ayam petelur yang berkualitas unggul akan tidak jauh berbeda.
  • Ketahanan Terhadap Penyakit. Untuk menjamin kelangsungan produksi telur dari ayam petelur, maka ayam petelur yang berkualitas unggul harus mempunyai ketahanan terhadap penyakit. Salah satu kriteria ini wajib Sobat Agribisnis ketahui dalam jenis ayam petelur. Karena ayam ternak berada dalam satu kandang, maka kondisi ini sangat rentan terhadap penyebaran penyakit ayam. Biasanya apabila salah satu ayam terserang penyakit maka akan berkibat pada seluruh ayam pada kandang tersebut. Oleh karenanya dalam satu kandang harus jenis ayam yang sama dan tahan terhadap penyakit ayam pada umumnya.

Jenis Ayam Petelur Buras Yang Wajib Kamu Ketahui.

Kelompok pertama dari ayam petelur yang Sobat Agribisnis harus ketahui adalah dari kelompok ayam petelur buras. Pada kelompok ayam buras, jenis yang harus Sobat ketahui antara lain ayam kampung, ayam kedu, ayam nunukan, ayam arab dan ayam elba. Pada umumnya ayam petelur buras mulai bertelur pada usia 20-22 minggu. Dengan berat rata-rata per telur nya adalah 30-40 gram. Sehingga produksi telur nya dalam 1 (satu) tahun nya adalah 40-60 butir. Pada satu tahun pertama produksi telur ayam kampung turun menjadi 80% dan pada tahun kedua menjadi 60%.

Sehingga setelah masa produksinya habis, maka ayam buras petelur akan dimanfaatkan sebagai ayam buras pedaging. Sedangkan ketahanan terhadap penyakit, ayam petelur buras lebih tahan dari ayam petelur ras. Berikut ini pembahasan 5 (lima) jenis ayam petelur buras yang wajib Sobat ketahui.

Pertama, ayam kampung. 

Jenis ayam petelur ini memiliki warna bulu bervariasi dari warna putih, kuning, kuning kemerahan, hitam dan kombinasi dari warna tersebut. Ayam petelur ini memiliki badan yang kecil sehingga sangat lincah dalam bergerak.

Kedua, ayam kedu. 

Ayam kedu mempunyai variasi warna hitam, putih dan campuran (blorok). Ayam kedu dapat memproduksi telur dalam satu tahun sebanyak 197 butir. Kebanyakan ayam kedu hitam sebagai wahana ritual mistis pada sebagian masyarakat Indonesia.

Ketiga, ayam nunukan. 

Ayam nunukan mempunyai bulu coklat sebagai warna dasar, pola warna bulu polos dan keemasan. Namun pertumbuhan bulu pada bagian sayap dan ekor sangat lambat/pendek bahkan tidak tumbuh. Dalam setiap tahunnya ayam nunukan dapat memproduksi telur sebanyak 182 butir.

Keempat ayam arab.

Jenis ayam buras petelur yang lain adalah ayam arab. Ayam ini mempunyai warna bulu silver atau merah. Ayam jenis ini tergolong dalam ayam buras petelur unggul karena produktifitas telur yang sangat tinggi. Dalam satu tahunnya setiap ekor ayam dapat bertelur mencapai 190-250 butir. Berat telur rata-rata setiap butir menghasilkan 40 gram.

Kelima, ayam Elba. 

Ayam Elba memiliki ciri-ciri paruh, cakar, kulit dan jari berwarna kuning. Ayam ini memiliki sifat tidak mengeram sehingga cepat dalam memproduksi telur. Namun ayam elba mempunyai kelemahan mudah stres pada kondisi suara gaduh atau kedatangan orang asing. Produksi telur ayam elba setiap 100 ekor ayam adalah 80-85 butir telur per hari dengan berat per butirnya adalah 60 gram.

Jenis Ayam Petelur Ras Yang Wajib Kamu Ketahui.

Kelempok kedua dari ayam petelur adalah ayam petelur ras. Pada umumnya kemampuan produksi telur ayam petelur ras lebih banyak dari ayam petelur buras. Namun dari segi harga telur ayam ras relatif lebih murah dari ayam petelur buras. Rata-rata dalam setiap tahunnya ayam ras menghasilkan telur sebanyak 200-250 butir. Berat rata-rata setiap butirnya adalah 50-60 gram. Ayam petelur ras mempunyai produksi telur yang tinggi karena jenis ayam ras hampir tidak mempunyai kemampuan untuk mengeram.

Namun jika membandingkan dari sisi ketahanan terhadap penyakit, ketahanan terhadap ayam ras relatif lebih rendah dari ayam petelur buras. Oleh karena itu, pemberian vitamin dan pakan untuk ayam ras harus mendapat perhatian. Karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kemampuan produksi telurnya.

Pertama, Ayam Hibrida.

Ayam hibrida mempunyai variasi bulu berwarna keemasan dengan bulu ekor berwarna putih lembut. Ayam jenis ini sangat tangguh dan ulet serta kemungkinan kecil akan mengerami telurnya. Sehingga praktis kemampuan bertelurnya juga tinggi. Kemampuan bertelur setiap ekor ayam hibrida setiap tahunnya adalah 260-275 butir dengan berat tiap butirnya 64 gram.

Kedua, Ayam Rhode Island Red.

Ciri khas dari ayam jenis ini adalah warna bulu coklat dan hitam sehingga memperlihatkan penampilan yang gelap. Ayam Rhode Island Red terkenal sangat tangguh dan jinak kepada pemilikinya. Kemampuan bertelur dari setiap ekor ayam ini adalah 250 butir setahun.

Ketiga, Ayam Leghorn.

Ayam leghorn mempunyai bulu sebagian besar berwarna putih dengan jengger berwarna merah tebal. Ayam ini cocok sebagai pilihan ternak ayam petelur karena menghasilkan telur untuk setiap ekor ayamnya adalah 250 butir per tahun dengan ukuran sedang dan berwarna putih. Walaupun ayam ini memiliki sifat pemalu namun sangat sulit untuk dijinakkan.

Keempat, Ayam Sussex.

Ayam sussex memiliki delapan variasi warna yang berbeda. Namun secara umum, ayam ini berwarna tubuh putih dan berwarna hitam pada bagian leher dan ekor. Ayam ini tergolong jenis ayam yang jinak namun senang berkeliaran di pekarangan. Kemampuan produksi telur setiap ekor ayam sussex adalah 250 butir per tahun. Warna telurnya adalah coklat hingga putih krem.

Kelima, Ayam Plymouth Rock.

Ayam jenis ini mempunyai warna bulu abu-abu dengan kombinasi garis putih di tubuhnya. Ayam ini lebih senang hidup bebas namun sangat mudah dijinakkan. Walaupun demikian ayam ini dalam setiap ekornya mampu bertelur sebanyak 200 butir setahun. Telurnya berukuran kecil hingga sedang dang berwarna coklat muda.

Para Sobat Agribisnis sudah mengetahui jenis ayam petelur dari kelompok ayam buras dan ras. Nah sekarang tiba saatnya Sobat menentukan jenis ayam apa yang akan Sobat ternakkan. Semoga sukses.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.