Breaking News

Ulas Kandang Burung Aviary Raksasa Milik Irfan Hakim

Irfan Hakim merupakan salah satu artis penyuka hewan burung. Burung yang Irfan Hakim miliki jumlahnya bahkan mencapai puluhan dari berbagai jenis burung. Sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan bagi burung-burung peliharaanya.

Irfan Hakim juga sedang membangun kandang burung aviary raksasa. Lewat YouTube channelnya, Irfan Hakim memperlihatkan aviary raksasa miliknya yang sedang dibangun. Tujuan Irfan Hakim membangun kandang aviary yaitu untuk membuat suasana kandang yang lebih alami dan natural.

Sehingga burung-burung peliharaannya bisa merasakan hidup seperti saat mereka berada di habitat aslinya. Dalam Aviary milik Irfan Hakim juga memiliki rumah pohon yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Rumah pohon yang ada di dalam kandang aviary sengaja memiliki desain mirip dengan pohon sungguhan. Adanya rumah pohon dalam aviary milik Irfan Hakim juga menciptakan kesan alami dan menambah estetikan.

Irfan Hakim membangun kandang burung Aviary nya dengan memperhatikan kenyamanan burung peliharaanya. Atap aviary milik Irfan Hakim juga memiliki desain khusus menggunakan kawat yang harus dipasang dengan teknik ayaman yang membutuhkan waktu cukup lama.

Kandang burung aviary milik Irfan Hakim menggunakan atap dengan double kawat. Pemasangan double kawat juga memiliki tujuan agar pencahayaan yang ke dalam kandang burung aviary tidak terlalu panas. Hanya sekitar 60 % cahaya saja yang bisa masuk ke dalam kandang aviary, sehingga akan menjaga kenyamanan burung peliharaannya.

Jika burung merasa nyaman tinggal di aviary, maka akan terbentuk ekosistem burung dan wilayah teritori burung yang sudah terbagi-bagi. Karena penampilan aviary yang sangat mirip dengan habitat aslinya, membuat burung tidak merasa stres dan masih bisa terbang meskipun dalam jarak tertentu.

Di dalam aviary, kita bisa menambahkan dengan sungai buatan, tanaman, pohon-pohon, dan jalan setapak untuk tempat pengunjung atau tamu yang sedang berkunjung.

Perkembangan Aviary Milik Irfan Hakim

kandang burung aviary
(sumber gambar: youtube.com/deHakimsAviary)

Rencananya, Irfan Hakim juga menambahkan air terjun ke dalam kandang burung aviary miliknya. Bertujuan untuk membentuk ekosistem burung yang lebih asri.

Irfan Hakim sudah memulai pembangunan aviary miliknya sejak bulan September 2020 dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Kandang burung aviary Irfan Hakim memiliki tinggi mencapai 12 meter dengan sekitar 6 tiang penyangga.

Aviary Irfan Hakim juga telah terpasang alat penangkal petir. Pintu untuk andang aviary Irfan Hakim menggunakan model pintu geser agar tidak memakan tempat. Pohon yang berada di kandang burung aviary juga secara khusus dipilih Irfan Hakim sendiri.

Salah satu pohon yang ada di dalam aviary bahkan berasal dari daerah Bangka Belitung. Beberapa saat yang lalu melalui YouTube channelnya, Irfan Hakim hunting pohon untuk aviary sampai ke Bangka Belitung. Tanaman untuk isi dalam aviary juga tidak boleh asal.

Lebih baik memilih atau menempatkan tanaman yang banyak burung sukai atau memang sama dengan habitat aslinya. Tidak boleh menggunakan tanaman yang bisa membahayakan burung atau tanaman yang memiliki racun.

Jenis Burung yang Ada di Aviary Raksasa

Di dalam aviary raksasa Irfan Hakim, Anda bisa menemukan berbagai jenis burung yang menarik dan juga cantik. Berikut beberapa daftar burung tersebut selengkapnya: 

1. Burung Junai Emas 

Jenis burung pertama yang bisa Anda jumpai di aviary raksasa milik Irfan Hakim adalah burung junai emas. Ciri khas utama dari burung ini adalah warna bulunya yang berwarna hitam keabu-abuan dan memiliki lapisan warna hijau keemasan. Warna bulu junai emas terlihat mengkilap dan sangat indah terutama pada bagian mantel, punggung, leher, dan juga sayapnya. Bagian paruh junai emas memiliki warna hitam dan sedikit benjol pada bagian pangkalnya.

Makanan utama burung ini adalah biji-bijian, serangga, hewan kecil, dan buah-buahan yang berukuran kecil. Spesian burung ini masih berada dalam satu famili dengan burung merpati. Anda juga bisa menyebut junai emas dengan nama Merpati Nicobar. Karena keindahan bulunya, banyak orang yang memburu junai emas secara ilegal dan menyebabkan penurunan populasi. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pelestarian supaya populasi junai emas bisa kembali tinggi.

2. Finch (Burung Emprit) 

Meski banyak orang di Indonesia menganggap burung emprit sebagai hama, nyatanya di Eropa burung ini justru sangat populer. Burung ini memakan biji-bijian dan termasuk burung endemik yang ada di Indonesia. Secara keseluruhan terdapat 58 jenis burung emprit yang ada di Indonesia dari totall 300 jenis di seluruh dunia. Zebra Finch adalah jenis burung emprit yang sangat populer di Indonesia. 

Burung ini termasuk mudah untuk Anda ternakkan. Dalam satu kali proses bertelur, finch bisa menghasilkan 6 sampai 7 butir telur. Salah satu keunikan yang bisa Anda nikmati ketika beternak burung ini adalah bisa menyilangkannya antar jenis dan menghasilkan mutasi dengan warna yang baru. Jenis zebra finch ada yang harganya mencapai 80 juta rupiah untuk 1 ekornya. 

3. Bangau Tongtong 

Jenis burung selanjutnya yang ada di aviary milik Irfan Hakim adalah bangau tongtong. Bangau ini berasal dari famili bangau Ciconiidae yang berasal dari Asia. Mulai dari India timur sampai ke Pulau Jawa. Untuk jenis bangau tongtong memiliki tinggi sekitar 110 sampai 120 cm dan memiliki berat sekitar 5 kilogram. 

Bagian atas tubuh atas dan sayap bangau memiliki warna hitam. Akan tetapi bagian perut, kalung leher, dan bagian bawah ekor memiliki warna putih. Makanan dari bangau tongtong adalah ikan, kadal, serangga besar, kodok, dan jenis invertebrata lainnya. 

4. Jalak Kebo 

Jenis burung selanjutnya yang bisa Anda jumpai di kandang burung aviary adalah jalak kebo. Burung ini masih termasuk dalam familia jalak. Di habitat aslinya, burung jalak kebo bisa Anda temukan di Asia Timur, Asia Tenggara, dan Kepulauan Indonesia bagian barat. Ciri khas utama dari jalak kebo adalah adanya warna putih cukup lebar yang terletak pada ujung ekor. 

Suara kicauannya cenderung parau dengan nada “criuk,criuk” yang nyaring dan khas. Terkadang jarak kebo juga suka menirukan suara burung lain ketika terbang. Apapun makanan yang dapat ia temukan di tanah, biasanya akan langsung jalak kebo santap. Nama kebo sendiri berasal dari kebiasaannya untuk menempel pada tubuh kerbau dan memakan kutu yang ada di tubuh kerbau. 

5. Jalak Kebo Albino 

Di kandang burung aviary milik Irfan Hakim juga terdapat jenis burung yang langka, yaitu jalak kebo albino. Jenis burung jalak ini termasuk yang sangat langka dan sulit untuk Anda temukan. Tubuh jalak ini memiliki warna putih bersih yang khas, paruh berwarna kuning, dan mata nya yang merah. 

6. Burung Kuntul 

Burung kuntul adalah salah satu jenis burung yang memiliki habitat asli di lahan yang basah, pantai, ataupun daerah terumbu karang. Jenis burung ini berasal dari keluarga Ardeidae. Sewaktu terbang, leher burung ini seperti menyerupai huruf “s” dan memiliki jambul atau bulu diatas kepala yang sangat khas. Berdasarkan penelitian, burung ini juga ternyata adalah salah satu yang paling pintar diantara berbagai jenis burung lainnya. 

7. Burung Beo 

Burung beo juga bisa Anda jumpai di dalam aviary milik Irfan Hakim. Ini adalah salah satu burung favorit dari Irfan Hakim sendiri, sehingga tidak heran jika beliau juga menghadirkan beo ke dalam aviary miliknya. Kemampuan unik dari beo adalah kicauannya yang bisa menirukan suara manusia. Tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk memelihara beo. 

8. Burung Manyar 

Burung selanjutnya adalah jenis burung manyar. Jenis burung ini sangat menyukai biji-bijian dan dikenal sebagai burung penganyam. Di alam lepas, manyar juga suka tinggal di daerah terbuka seperti padang rumput, rawa, tepi hutan, dan persawahan. Kunci dari keberhasilan perkembang biakkan burung manyar adalah kualitas sarang. Oleh karena itu, sarang manyar memang harus dibuat oleh manyar itu sendiri dan manusia tidak bisa membantu proses perkembang biakannya. 

9. Burung Elang Jawa 

Burung yang satu ini banyak yang meyakini sebagai bentuk jelmaan nyata dari burung Garuda. Jenis elang ini berasal dari Pulau Jawa dan termasuk spesies endemik dari tanah Jawa. Sayangnya, seiring populasi manusia yang semakin pesat di Pulau Jawa, spesies elang jawa juga ikut terancam punah. 

Banyak kegiatan perburuan liar yang mengancam kelestarian burung ini. Apalagi secara biologis memang elang jawa termasuk hewan yang tergolong lambat. Elang jawa hanya bisa bertelur setiap 2 tahun sekali. Karena hal inilah elang jawa memang harus mendapatkan perhatian lebih supaya jumlahnya tidak terus menurun dan punah dari Indonesia. 

10. Burung Punai 

Punai adalah sebutan bagi genus burung yang memiliki ukuran sedang sampai besar dan masuk dalam famili Columbidae. Jenis burung ini masih memiliki kekerabatan dekat dengan jenis burung merpati. Di habitat aslinya, burung punai termasuk burung arboreal yang beraktivitas di atas pohon. 

Dari keluarga besar punai, muncul 13 spesies yang bisa Anda jumpai di Indonesia. Mulai dari punai bakau, punai flores, punai gagak, punai kecil, punai salung, punai lengguak, punai pomadora, dan lain sebagainya. Makanan utama dari burung ini adalah buah-buahan berupa buah mayam, terong-terongan, dan makam. 

11. Burung Poksay 

Burung selanjutnya yang bisa Anda jumpai di dalam aviary milik Irfan Hakim adalah burung poksay. Jenis burung ini sempat menjadi tren sebagai burung impor di tahun 90-an silam. Saat ini popularitas poksay kembali naik lagi, khususnya bagi para pecinta burung. Banyak orang yang menyukai poksay karena ciri khas kicauannya yang unik dan suaranya yang bisa Anda bentuk. 

Ya, ketika Anda memiliki burung poksay maka Anda bisa melatih suara dari burung tersebut. Hasilnya semakin Anda sering melatih, tentu suara burung poksay akan menjadi semakin bagus. Tidak hanya bernyanyi, burung poksay juga tergolong pintar ketika berjoget. Burung ini bisa menyibakkan dan mengayun-ayunkan sayapnya sehingga terlihat seperti berjoget. Suara merdu dan juga tarian yang unik adalah ciri khas dari burung poksay ini. Tidak heran jika banyak orang yang kemudian ingin memelihara burung poksay. 

12. Burung Ciblek Sawah

Jenis burung ini termasuk dalam salah satu burung kicau yang memiliki ukuran kecil. Jenis ini termasuk dalam salah satu jenis ciblek yang berasal dari keluarga Cisticolidae dan genus Prinia  yang bisa Anda temui di Indonesia. 

13. Burung Cipoh 

Cipoh adalah burung kicau yang juga memiliki ukuran yang kecil. Anda bisa menemukan burung ini di anak benua India. Habitat aslinya adalah semak-semak dan bisa Anda jumpai dengan mudah karena suaranya yang lantang serta warna tubuhnya yang terang. Meski memiliki suara yang lantang dan warna tubuh yang terang, burung cipoh tergolong burung yang sulit untuk Anda jinakkan lho. 

Jika Anda ingin memeliharanya membutuhkan ketelatenan yang luar biasa supaya burung cipoh minimal bisa nyaman tinggal di tempat yang sudah Anda sediakan. Ada 4 (empat) jenis cipoh yang bisa Anda jumpai. Mulai dari cipoh kacat, cipoh jantung, cipoh besar, dan cipoh ekor putih. Perbedaan utama dari keempat jenis cipoh tersebut adalah suara kicauannya yang berbeda-beda. 

14. Burung Kutilang 

Jenis burung yang satu ini juga sudah pasti sangat populer, khususnya bagi para pecinta burung. Kutilang adalah salah satu jenis burung kicau yang memiliki suara yang khas. Burung kutilang ternyata juga sangat menguntungkan para petani karena ia memangsa berbagai serangga yang bisa menjadi hama tanaman. Persebaran dari kutilang adalah di daerah Tiongkok selatan dan Asia Tenggara kecuali Malaysia, Bali, dan juga Jawa. 

Makanan utama dari kutilang adalah buah-buahan yang memiliki tekstur lunak.  Salah satu kebiasaan unik dari kutilang adalah mandi dan berjemur di pagi hari. Tujuan berjemur dan mandi ini adalah untuk menjaga bulunya tetap basah dan berminyak. 

15. Burung Murai Batu 

Murai batu adalah salah satu jenis burung peliharaan yang sangat populer di kalangan para pecinta burung. Karena suaranya yang khas, burung ini juga sering ikut serta dalam berbagai lomba kicau burung. Salah satu kelebihan utama dari burung murai batu adalah suara kicauannya yang merdu dan lantang. Murai batu juga memiliki kemampuan untuk menirukan suara kicauan dari burung lain. 

Sayangnya, meski banyak yang memelihara proses adaptasi murai batu dengan manusia terbilang cukup lama. Anda juga harus perlu menerapkan cara yang cukup rumit agar murai batu bisa hidup dengan usia yang panjang dan senantiasa sehat. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan supaya usia burung murai batu panjang adalah dengan rutin memandikannya, menjemurnya, mengatur pola makan, dan rutin membersihkan sangkar. 

16. Burung Cucak (Cucak Wilis, Cucak Jenggot, Cucak Kurincang) 

Dalam aviary raksasa juga terdapat berbagai jenis burung cucak. Mulai dari cucak wilis, jenggot, dan kurincang. Burung cucak memang memiliki banyak sekali jenis yang bisa Anda jumpai di Indonesia. Cucak juga bisa Anda kenal dengan nama burung merbah. Jenis burung ini berasal dari famili Pycnonotidae yang merupakan burung kicau berasal dari Asia Tropis dan Afrika. Di Indonesia beberapa jenis cucak yang populer adalah cucak rawa, cucak kutilang, cucak kerinci, cucak kurincang, cucak jenggot, cucak wilis, dan cucak cerukcuk. 

17. Burung Kolibri 

Jenis burung kecil lain yang bisa Anda jumpai di aviary adalah burung kolibri. Kolibri umumnya memiliki ukuran panjang sekitar 6,4 cm dan memiliki warna tubuh yang cerah. Bulu kolibri memiliki warna gemerlap yang bisa memantulkan sinar matahari dan membuat warna bulu sedikit berubah seperti minyak pada air ketika kolibri sedang terbang. 

Makanan utama dari kolibri adalah nektar dan juga bagian inti sari bunga yang mereka hisap melalui paruhnya yang kecil dan panjang. Cara makan kolibri secara tidak langsung juga membantu bunga ketika melakukan penyerbukan silang. Sebab, biasanya serbuk sari bisa berpindah ke bunga yang satu dan lainnya. 

18. Burung Africa 

Pernahkah Anda mendengar burung Africa? Burung ini bisa Anda kenal juga dengan istilah burung African grey. Jenis burung ini termasuk dalam jenis yang memiliki paruh bengkok. Secara tampilan mungkin burung ini tidak terlalu cantik jika Anda bandingkan dengan jenis burung paruh bengkok lainnya. Hanya saja, jika ada perlombaan cerdas cermat, burung Africa bisa menjadi pemenangnya. 

Pasalnya, burung ini memiliki kemampuan yang sangat unik yaitu bisa berkicau dengan mengucapkan kata. Jadi bukan hanya sekedar kicau saja namun bisa membentuk dua sampai tiga kata secara utuh. Dengan kemampuannya yang impresif ini membuat harga burung Africa juga tergolong mahal. Apalagi jika Anda membeli jenis burung Africa yang memiliki warna mutasi. 

Untuk harga burung Africa biasa, harga termurah yang ada di pasaran seharga 4 juta rupiah untuk anakan saja. Jika Anda membeli sepasang burung African yang produktif maka harganya mencapai nilai 35 juta rupiah. Sementara untuk burung dengan warna mutasi yang unik, harganya bisa menembus 135 juta rupiah untuk sepasang burung. Sangat fantastis bukan? 

19. Burung Jalak Bali 

Jenis burung selanjutnya adalah jalak bali yang merupakan jenis burung kicau. Jalak bali umumnya memiliki ukuran tubuh sekitar 25 cm. Nama Bali mencerminkan habitat burung ini yang bisa Anda temukan di bagian barat Pulau Bali. Burung ini memang satu-satunya burung endemik yang berasal dari Bali dan menjadi lambang fauna Provinsi Bali sejak tahun 1991. 

Habitat alami jalak bali adalah di hutan rawa, hutan musim dataran rendah, daerah savana, dan hutan mangrove. Suara kicauan jalak bali terbilang khas dan nyaring. Suaranya berupa suara kicauan bercampur siulan dan juga suara melengking. Tidak heran jika burung ini termasuk salah satu yang paling ribut di antara burung kicau lainnya. 

20. Burung Jenjang Mahkota 

Burung jenjang mahkota juga bisa Anda temukan di kandang burung aviary raksasa. Jenjang mahkota adalah jenis burung yang termasuk dalam keluarga burung jenjang atau Gruidae. Maksud dari jenjang adalah burung yang memiliki ukuran tubuh besar, berparuh, berleher dan berkaki panjang. 

Habitat asli dari burung ini adalah sawah, rawa, lahan basah, dan juga padang rumput. Makanan burung jenjang mahkota bisa apa saja. Akan tetapi, umumnya makanan yang paling sesuai untuk burung ini adalah hewan kecil berupa hewan amfibi, biji-bijian, dan buah-buahan. 

Pengertian Kandang Burung Aviary

Kandang  burung aviary merupakan salah satu kandang yang banyak digunakan dalam memelihara burung. Memiliki kontruksi bangunan yang lebih beragam dan kandang aviary juga cocok menjadi bangunan indoor maupun outdoor.

Salah satu keuntungan dari penggunakan kandang burung ini salah satunya yaitu memberikan kemudahan dalam pemindahan kandang. Selain itu, tampilan kandang burung aviary ini juga nampak sangat estetik dan cocok untuk kamu yang sangat memperhatikan nilai keindahan kandang.

Aviary adalah istilah dari bahasa inggris yang berarti kandang burung. Aviary berbeda dengan sangkar burung, aviary memiliki desain bangunan yang lebih besar dan terdapat ekosistem alami buatan seperti semak-semak dan pepohonan yang akan membuat burung merasa nyaman tinggal di dalam aviary. Kandang burung aviary diperuntukan untuk burung dari berbagai jenis yang memiliki banyak ukuran.

Manfaat Kandang Aviary

Kandang burung aviary bermanfaat untuk memelihara burung terutama burung yang memiliki jumlah banyak. Aviary bisa mendukung kegiatan pemeliharaan burung ataupun untuk memamerkan burung. Kandang burung aviary juga bisa berguna untuk kepentingan pemeliharaan burung atau peternakan burung dengan skala rumahan.

Aviary menjadi salah satu alternatif bagi penyuka burung. Di samping itu, kandang aviary ini bisa memiliki tampilan yang lebih menarik dari pada kandang aviary pada umumnya. Kandang burung ini memiliki beragam bentuk dari yang ukuran kecil sampai ukuran besar. Kandang aviary ini bisa kita dapatkan dari jasa pembuatan kandang ataupun membuat sendiri.

Sejarah Kandang Burung Aviary

Kandang burung ini sebenarnya sudah ada sejak lama sekitar awal tahun 1500 tepatnya di kota Aztec, di Tenochtitlan. Hal ini tertuang dalam sebuah buku catatan yang tertulis oleh Hernan Cortes saat ada anak buahnya yang melakukan kunjungan ke Aztec tahun 1521.

Melalui catatan Herman Cortes, juga pernah mencatat sangkar besar lainnya pada tahun 1829 yaitu sangkar Raven Cage yang merupakan sangkar besar di kebun binatang di London.

Kandang burung aviry ternyata telah menjadi salah satu aspek penting ketika membangun kebun binatang Rotterdam tahun 1880-an. Tidak hanya untuk keperluan pembangunan kebun binatang, aviary juga menjadi bangunan bagi rumah Rothschild di daerah Eropa.

Awal mula pembuatan kandang burung aviary ini tidak terlepas dari kebiasaan para aristokrat atau masyarakat kelas elite pada masanya dari kebiasaan menyelenggarakan pameran hewan eksotis dan berbagai macam burung untuk memamerkan kelas sosialnya.

Salah satu orang yang melakukan hal ini yaitu Baron Ferdinand de Rothschild pada tahun 1889 yang membuat sebuah kandang burung bernuansa Pavilum Teralis Versailles.

Perkembangan Kandang Burung Aviary Pada Tahun 1990-an

Di tahun 1990-an, kandang burung aviary ini mulai menjadi kegemaran banyak orang terutama bagi kaum elite. Salah satu pihak yang membuat kandang burung aviary ini yaitu Taman Zoologi Nasional dari lembaga Smithsonian tepatnya tahun 1902.

Selain itu, adapula kebun binatang Saint Louis yang membangun kandang aviary dengan ukuran panjang 69 meter, lebar 26 meter, dan tinggi 15 meter. Bangunan ini berguna untuk pameran dunia pada tahun 1904.

Seiring berjalannya waktu, mulai banyak orang yang membangun kandang aviary ini. Tahun 1937 kebun binatang yang berada di San Diego secara khusus membuat kandang aviary dengan bantuan rancangan dari arsitek kenamaan bernama Louis John Gill.

Kandang aviary ini menjadi salah satu kandang terbesar di dunia yang memiliki tinggi 18 meter, panjang 55 meter, dan lebar 18 meter. Biaya untuk membangun kandang aviary ini juga menghabiskan sekitar 700 juta rupiah.

Kebun binatang Frankfurt pada tahun 1969 juga ikut membangun kandang burung aviary yang berisikan miniatur burung di alam liar. Dalam sebuah kandang yang memiliki kaca besar sehingga para pengunjung juga bisa melihatnya.

Pada tahun berikutnya, mulai banyak kebun binatang yang membuat kandang aviary ini, seperti kebun binatang Brox’s dan kebun binatang Henry Doorly’s Simmons Aviary.

Pembuatan Kandang Burung Aviary

kandang burung aviary
(sumber gambar: youtube.com/deHakimsAviary)

Kandang burung aviary ini memiliki ukuran dan gaya konstruksi yang beragaram. Bentuk kandang aviary yang banyak kita gunakan yaitu bentuk kotak karena lebih mudah proses pembuatannya. Kandang aviary ini memiliki kapasitas yang terbatas.

Umumnya untuk kandang burung aviary yang berukuran kecil hanya bisa menampung satu hingga tiga burung dalam satu kandang. Selain itu, kandang ini juga memiliki sejumlah roda penggerak yang berada pada bagian bawah tiangnya. Hal ini memudahkan jika ingin memindahkan kandang ke tempat lain.

Material Pembuat Kandang

Material untuk pembuatan kandang aviary ini cukup beragam. Kita bisa membuat kandang aviary ini dengan kombinasi material yang beragam. Bahan kayu, besi, ataupun alumunium dapat berguna sebagai kontruksi tiang dan penyangga kandang.

Bagian dinding kandang aviary ini bisa menggunakan bambu, kayu, dan jaring kawat. Untuk kandang aviary yang terdapat di luar ruangan biasanya akan menggunakan atap. Penggunaan atap kandang burung aviary ini terbuat dari bahan fiber ataupun aluminium.

Saat ini, cukup banyak kandang aviary yang memiliki dinding kaca transparan layaknya sebuah akuarium ikan. Pemilihan material untuk pembuatan kandang aviary ini juga sangat penting. Material yang berkualitas juga akan menghasilkan kandang aviary yang berkualitas pula.

Bentuk dan Desain Kandang Burung Aviary

Paling umum, bentuk yang digunakan dalam pembuatan kandang burung aviary yaitu bentuk kotak persegi. Bentuk ini terlihat lebih sederhana dan proses pembuatannya juga cukup mudah. Namun, jika ingin menambah nilai estetik pada kandang. Kita bisa membuat kandang aviary ini dengan bentuk lain. Bisa menggunakan bentuk persegi atau bentuk rumah.

Penambahan desain yang menarik juga akan memperindah kandang burung aviary khususnya penambahan desain pada kontruksi utama. Desain yang menarik juga akan menambah keindahan burung dan menarik perhatian banyak orang. Terutama bagi kandang burung aviary yang dipergunakan untuk memamerkan burung yang biasa terdapat di kebun binatang.

Cara Pembuatan Kandang Burung Aviary

Bahan yang bisa kita gunakan untuk membuat kandang burung aviary tidak hanya kawat atau ram saja. Namun bisa memanfaatkan panel akrilik untuk membuat penampilannya lebih terlihat alami dan cantik.

Bahan yang bisa kita gunakan yaitu :

  1. Kawat ram gulung dengan panjang kurang lebih 7 meter
  2. Akrilik lembar dengan ukuran yang disesuaikan
  3. Kawat panggangan dengan ukuran menyesuaikan
  4. Engsel sebanyak 2 buah
  5. Kunci slot sebanyak 1 buah
  6. Kayu atau kaso reng sebanyak 3 hingga 4 batang. Satu batang biasanya memiliki panjang 3,5 – 4 cm.

Baca Juga : Kupas Tuntas Cara Budidaya Cacing Darah Menguntungkan

Proses pembuatan kandang burung aviary

Sesuai dengan contoh gambar milik Om Jiandand dari forum BBS (Bird Beijing Society).

  1. Potonglah kayu atau reng dengan ukuran 250 cm sebanyak 4 buah; ukuran 60 cm sebanyak 7 buah; ukuran 80 cm sebanyak 6 buah.
  2. Setelah rangka kandang dibuat, maka selanjutnya adalah dengan pemasangan bahan lainnya.
  3. Pembuatan kandnag dengan menyatukan potongan kayu atau kaso yang tadi sudah dipotong sesuai ukuran dengan menggunakan paku atau baut.
  4. Kemudian, tempelkan kawat ram pada masing-masing rangka. Penggunaan kawat juga sebagai pintu. Kemudian melanjutkan pada pemasangan engsel agar pintu dapat dikunci.
  5. Pasanglah lembaran akrilik yang ada pada bagian depan kandang menggunakan klip baut.
  6. Jika pintu dirasa terlalu besar maka bisa menambahkan modifikasi pada bagian tengahnya dengan membuat pintu yang berukuran lebih kecil.

 

 

Check Also

Esmambo jagung

Resep Es Jagung Ala Rumahan, Enak dan Pasti Ketagihan

Hasilbumi.net – Resep Es Jagung Ala Rumahan, Enak dan Pasti Ketagihan. Formula Es Jagung Versi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.