Breaking News

Konstruksi Rumah Walet yang Tepat untuk Usaha Ternak Walet

Salah satu jenis burung yang memiliki peluang besar sebagai usaha ternak adalah burung walet. Sobat agribisnis pasti sudah tidak asing kan dengan jenis burung yang satu ini? Banyak orang yang akhirnya tertarik untuk beternak walet karena potensi keuntungan dari usaha ternak ini terbilang sangat menggiurkan. Namun sebelum itu, seorang peternak walet harus memahami dengan baik konstruksi rumah walet.

Ya, rumah walet memegang peranan yang sangat penting untuk kesuksesan ternak walet itu sendiri. Jika rumah ini gagal menjadi tempat berkembang biak dan menghasilkan sarang, maka usaha ternak akan sia-sia. Untuk itulah penting bagi Anda yang ingin menjadi peternak walet mempelajari bagaimana membuat rumah walet yang benar. Lalu, bagaimana konstruksi yang benar untuk tempat tinggal walet?

Konstruksi Rumah Walet yang Ideal untuk Ternak 

konstruksi rumah walet
(sumber gambar: 99.com)

Pada dasarnya, burung walet adalah jenis burung yang memiliki habitat asli di daerah pantai, gua-gua, ataupun ruangan yang besar. Selain itu, jenis burung ini juga tidak bisa bertengger seperti jenis burung lain karena ukuran kakinya yang pendek. Sebaliknya, burung walet akan menempel pada atap atau dinding-dinding. Nah, agar ternak walet bisa sukses maka kuncinya adalah membut konstruksi rumah walet yang tepat dan sesuai dengan habitat asli burung walet itu sendiri.

Umumnya, bangunan rumah walet yang ideal akan menyerupai sebuah gedung besar yang tidak terpakai. Ukuran luas rumahnya bisa bervariasi mulai dari 4×10 meter sampai 20×30 meter tergantung keinginan peternak. Kemudian, tinggi dari rumah walet tersebut ada yang sekitar 3 meter atau satu lantai saja, namun juga ada yang mencapai tinggi 18 meter atau setara dengan 6 lantai. Untuk ketinggian tembok ini belum termasuk tinggi atap atau wuwungan. Inilah konstruksi rumah walet yang harus Anda perhatikan:

1. Ketinggian Wuwungan atau Atap 

Bagi sebuah rumah walet, atap atau wuwung ini sangat penting fungsinya karena menjadi pengatur suhu dan kelembapan alami rumah walet. Apabila ukuran atap semakin tinggi, maka semakin bagus dan walet akan semakin besar.  Buat juga jarak antara bubungan dengan plafon dalam jarak yang lebar.

Sebab, semakin lebar jarak ini maka rongga udara juga menjadi semakin besar sehingga rumah walet akan terasa sejuk dan tidak panas. Pastikan juga bahwa rumah walet yang Anda bangun tidak terhalang oleh pepohonan apapun atau bangunan lain apapun. Sebab, apabila lubang masuk ke rumah memiliki penghalang, walet akan tidak mau masuk.

2. Bahan Baku Atap Rumah Walet 

Selain itu, Anda sebaiknya menggunakan atap dengan bahan baku genting supaya kondisi rumah tidak panas dan suhu serta kelembapannya bisa tetap terjaga. Jangan menggunakan bahan lain seperti seng untuk membangun atap. Sebab, bahan seperti itu akan sangat mudah terpengaruh oleh suhu udara sehingga walet tidak akan betah berlama-lama di dalam rumah tersebut. Lain halnya jika menggunakan genting yang memang bisa membuat suhu dan kelembapan dalam rumah menjadi stabil.  Jenis genting terbaik yang bisa Anda pakai adalah genting dari tanah liat.

3. Bagian Dinding Rumah Walet

Konstruksi rumah walet selanjutnya adalah membangun rumah dengan ketebalan dinding sekitar 45 cm atau dua buah bata. Kemudian, Anda bisa memplester kedua sisi batu bata ini dengan menggunakan semen. Tujuannya adalah supaya hawa di dalam rumah walet menjadi lembap dan sejuk sehingga walet bisa masuk dan betah berlama-lama di dalamnya.

4. Beri Bagian Sirip 

Salah satu bagian dari konstruksi rumah walet yang sangat penting adalah bagian sirip. Pada dasarnya, sirip adalah suatu sekat-sekat yang menjadi tempat melekatnya berbagai sarang walet yang sudah selesai walet produksi. Agar awet, sebaiknya pembuatan sirip ini menggunakan jenis kayu yang kuat agar bisa tahan lama dan tahan dari serangan rayap.

Anda bisa menjemur papan sirip terlebih dahulu dibawah sinar matahari supaya kondisinya benar-benar kering. Sebab, walet tidak akan menyukai sirip yang kondisinya masih basah karena bau. Anda bisa menggunakan jenis papan dari kayu apa saja kemudian bisa Anda pasang pada bagian plafon.

Selain itu, hindari untuk melakuka penyerutan pada papan sirip tersebut agar teksturnya tetap kasar. Walet akan lebih mudah menempel pada bagian sirip yang kasar daripada yang halus. Nah, jika walet mudah menempel, maka produksi sarang mereka juga akan menjadi semakin lancar.

Baca Juga: Kupas Tuntas Budidaya Jangkrik Mudah Hasil Maksimal

Membuat Suasana yang Ideal dalam Rumah Walet

Tidak hanya konstruksi rumah walet saja yang penting. Akan tetapi suasana yang Anda hadirkan dalam rumah tersebut juga akan mempengaruhi walet. Buatlah kondisi rumah yang hampir mirip dengan suasana di habitat asli walet. Hal ini bisa Anda lakukan dengan cara:

1. Bangun Rumah Walet di Area yang Sepi dan Tenang

Pada dasarnya, burung walet tidak menyukai keramaian. Burung walet lebih menyukai kondisi rumah yang tenang, sepi, sejuk, dan jauh dari keramaian. Maka dari itu, pastikan untuk membangun rumah walet pada lokasi yang memang sepi dan tenang. Kondisi rumah yang seperti itu akan mirip habitat asli dari burung walet yaitu gua kapur yang sejuk, lembap, dingin, dan sepi.

2. Buat Kolam di Dalam Rumah Walet

Seperti yang sudah kami singgung pada bagian sebelumnya, habitat asli dari burung walet adalah gua kapur. Nah, di dalam gua kapur umumnya bisa Anda temukan suatu aliran atau genangan air yang membuat hawa di dalamnya menjadi dingin, lembap, dan juga sejuk. Agar bisa mendapatkan suasana yang seperti itu, maka Anda bisa membangun suatu kolam air agar rumah walet yang Anda bangun juga memiliki hawa yang hampir sama dengan gua kapur.

Jika Anda tidak ingin membuat kolam air, alternatif lain yang bisa Anda gunakan adalah kipas angin ukuran besar atau bahkan AC. Hanya saja, penggunaan peralatan elektronik ini akan lebih memakan biaya yang besar untuk perawatannya selama berada di dalam rumah walet. Jadi, untuk urusan ini bisa kembali pada kondisi keuangan Anda sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana membuat suasana di dalam rumah walet menjadi sejuk, dingin, dan lembap agar walet betah.

Potensi Ternak Walet di Indonesia

konstruksi rumah walet
(sumber gambar: republika.co.id)

Untuk melakukan ternak walet memang membutuhkan modal yang besar. Inilah terkadang yang menjadi kendala banyak orang saat ingin memulai usaha ini. Modal yang besar tersebut tentu bertujuan untuk pembuatan atau konstruksi rumah walet yang memang tidaklah murah. Hanya saja, keuntungan yang akan Anda dapatkan juga tergolong besar.

Saat melakukan ternak walet, maka hasil yang akan Anda ambil adalah sarang burung walet yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Sarang burung walet memiliki harga yang tinggi karena sangat kaya akan khasiat dan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Di dalamnya terdapat banyak kandungan seperti kalsium, protein, zat besi, dan lain sebagainya. Hal ini membuat sarang walet menjadi banyak masyarakat cari untuk konsumsi mereka demi kesehatan tubuh.

Akan tetapi, permintaan yang tinggi tersebut tidak seiring dengan pasokan sarang walet. Tentunya hal ini membuat potensi untuk melakukan usaha ternak walet masih sangat terbuka lebar untuk Anda. Tidak perlu khawatir karena harga sarang walet tergolong tetap tinggi meski sedang pandemi. Mulai dari ratusan ribu per gramnya sampai jutaan. Namun, untuk kisaran harga yang paling umum adalah sekitar 8 juta lebih untuk setiap kilogram sarang walet.

Nah, bayangkan jika Anda dalam 1 bulannya bisa menghasilkan setidaknya 5 kilogram sarang walet saja. Maka keuntungan yang Anda dapatkan sudah sangat besar. Tidak hanya itu, sarang walet juga bisa menjadi komoditas ekspor yang luar biasa. Harganya bisa jadi lebih tinggi dari harga yang ada di Indonesia. Salah satu negara yang biasa menerima pasokan sarang walet dari Indonesia adalah China. Untuk harganya sendiri petani yang mengekspor bahkan berani memberikan harga sampai 25 juta untuk setiap kilogram sarang walet. Luar biasa bukan?

Nah sobat agribisnis, itulah informasi seputar konstruksi rumah walet sekaligus potensi ternak walet di Indonesia. Pada dasarnya, usaha ini masih sangat terbuka lebar bagi sobat agribisnis semua untuk coba. Meski bermodal besar, namun apabila berhasil menjalankannya dengan tekun, ulet, dan kerja keras, keuntungan yang Anda hasilkan juga akan sangat luar biasa. Jadi, apakah Anda tertarik untuk menjadi peternak burung walet?

Check Also

makanan-ikan-gabus

7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar

Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.