Melihat Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia

  • Whatsapp

Ketika berbicara mengenai dunia pertanian yang ada di Indonesia. Maka kita berbicara mengenai hasil dan juga kekayaan. Karena Indonesia sendiri populer sebagai negara agraris, atau penghasil berbagai macam tanaman yang dapat diolah ataupun dikonsumsi. Umumnya sebagian besar masyarakat Indonesia, dulu bekerja sebagai petani yang memiliki produksi berbagai macam tanaman. 

Bahkan bisa dikatakan petani Indonesia sangat sukses. Zaman dahulu, petani merupakan pengusaha sukses yang bisa mendukung kesuksesan generasi Indonesia sekarang. Bahkan dianggap penyokong perekonomian Indonesia.

Bacaan Lainnya

Walaupun sekarang sedikit yang meneruskan peluang berbisnis dan menjadi petani, bukan berarti informasi berikut ini bisa kamu lewatkan. Bagi yang tertarik dengan peluang bisnis ekspor bahan pertanian. Simak informasi lengkapnya berikut ini ya!

Peluang Bisnis Dalam Dunia Pertanian

Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia
Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia

Bisnis merupakan salah satu bidang yang dapat digeluti, terutama jika kamu ingin memiliki perusahaan sendiri yang bisa dikelola dan juga memiliki sistem tersendiri. Ada banyak perusahaan yang berhasil didirikan oleh masyarakat Indonesia, sebut saja perusahaan digital seperti Kaskus, Tokopedia hingga perusahaan jaman dahulu layaknya Gudang Garam, Pabrik Gula, dan lainnya.

Jika dipikir, bahan utama dari perusahaan tersebut adalah bahan tani. Bagi kamu yang ingin mengelola keahlian dan juga mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang bisnis/pertanian. Kamu bisa mencoba bisnis di bidang tersebut. Ada 2 cara, yakni menjadi petani dan memproduksinya dan ada yang menggunakan hasil taninya saja untuk bisa dipasarkan hingga ke luar negeri. 

Komoditi Pertanian yang Memiliki Peluang untuk di Ekspor

Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia
Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia

Dalam artikel berikut ini akan kita bahas mengenai informasi. Apakah peluang bisnis ini bisa digarap dengan serius? dan jenis tanaman apa saja yang bisa digunakan untuk bisa diekspor dan juga dipasarkan di luar Indonesia.

1. Lada Hitam

Hasil tani pertama yang berpeluang untuk bisa dipasarkan di luar negeri, seperti Amerika/US dan Eropa adalah lada hitam. Bagi masyarakat di luar negeri, mendapatkan lada bukanlah hal yang mudah. Karena mereka harus menemukan lahan untuk penanaman belum lagi cuaca yang tidak mendukung.

Sedangkan di Indonesia, lada diproduksi di Provinsi Lampung dan terkenal akan kualitasnya, menurut Direktorat Jenderal Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian.

“The King of Spices” ini menjadi salah satu bahan tani yang paling populer dan banyak dicari. Bahkan banyak restoran berkelas di Amerika, yang meminta pasokan lada hitam langsung dari negeri kita. Apabila kamu menemukan peluangnya, tentu bisnis ini akan menghasilkan uang melimpah.

2. Kopi

Melihat Peluang Bisnis Ekspor Pertanian dari Indonesia. Banyak pengusaha di bidang pertanian/perkebunan yang mencoba peruntungannya dalam dunia kopi, bahkan salah satu kopi di Indonesia yakni kopi luwak dan kopi jeruk bali menjadi yang paling diidolakan di luar negeri.

Namun harus diperhatikan juga, ada beberapa negara seperti Brazil dan juga Argentina yang juga masuk kedalam negara penghasil kopi cukup baik didunia.

3. Kayu (Jati/Gaharu/Mahoni)

Produksi kayu memang menurun seiring berkurangnya hutan di Indonesia. Namun bagi kamu yang memiliki lahan, khususnya area luas yang bisa dimanfaatkan. Rasanya bisa menjadi peluang bisnis dalam bidang pertanian dan perkebunan, khususnya kayu.

Selain harganya sangat harganya sangat mahal, ekspor kayu bisa mendatangkan keuntungan bagi penjualnya.  Di luar negeri, pengiriman kayu saja memiliki harga yang sangat tinggi. Bukan hanya untuk dibuat perabotan, tetapi kayu juga dibuat sebagai seni. Tidak heran, pengiriman kayu ke luar negeri sangat tinggi.

4. Tembakau

Komoditi lain yang juga populer sebagai salah satu bahan ekspor adalah tembakau. Beberapa negara seperti Eropa, khususnya Inggris dan Irlandia, serta Amerika Serikat menjadi area yang paling banyak membutuhkan tembakau. Di Indonesia produksi tembakau sangat tinggi dan menguntungkan. Apalagi jika di beberapa negara memiliki pabrik rokok, mereka pasti menggunakan tembakau sebagai bahan utama.

5. Kelapa Sawit

Bukan rahasia lagi bahwa kelapa sawit merupakan hasil selanjutnya yang diproduksi oleh Indonesi. Dengan memiliki peluang besar untuk mendatangkan keuntungan. Bahkan kelapa sawit bisa digunakan untuk sumber bisnis dengan modal yang tidak sedikit, namun keuntungannya luar biasa. 

Kelapa sawit banyak diproduksi di Kalimantan dan juga Sumatera sebagai lahan yang paling subur dan cocok untuk tanaman ini. Hasilnya banyak disebarkan di beberapa negara, khususnya area Eropa yang membutuhkan pasokan lipstik, margarin, sampo, biodesel dan bahan produksi lainnya.

Tantangan Ekspor Dalam Dunia Pertanian

Apabila kamu ternyata tinggal di daerah yang populer akan sumber pangan ataupun tanaman tertentu. Kamu bisa memanfaatkannya belum lagi jika kamu berhasil memiliki tanah ataupun lahan khusus, untuk bisa dikembangkan dan juga dikelola dengan baik.

Hasilnya bisa diproduksi dan juga dipromosikan baik di Indonesia maupun ke mancanegara, Mengingat cukup banyak lho bahan pangan yang seringkali sulit untuk didapatkan di negara lain. Tetapi sangat mudah ditanam dan juga dihasilkan di Indonesia.

Namun ada beberapa tantangan yang diwaspadai, sebelum memutuskan untuk melakukan ekspor ke luar negeri, diantaranya adalah:

1. Persaingan

Tantangan pertama tentu saja persaingan. Walaupun kualitas yang dihasilkan oleh Indonesia memang memiliki hasil yang berbeda, namun jangan lupakan bahwa ada beberapa negara di dunia yang juga memiliki iklim hampir serupa. Mereka bisa memproduksi tanaman yang sama, sehingga persaingan tentu ada diantara perdagangan dan juga sistem ekspor.

2. Target Negara

Selama ini beberapa pengusaha hanya bisa fokus di beberapa negara saja. Mereka melakukan ekspor pada beberapa negara yang sudah membuka jalannya untuk pertanian Indonesia. Padahal ada beberapa negara lain yang bisa dijadikan sebagai target kerjasama. Ditambah lagi, target negara tersebut bisa menjadi pengembangan usaha baru, bagi beebrapa pengusaha dan yang berencana untuk melakukan ekspor dari Indonesia. Jangan lupakan mengenai peraturan dan kerjasama pemerintah dengan negara tersebut. 

3. Pengemasan dan Pengiriman

Tantangan ketiga adalah pengemasan dan juga pengiriman. Bagi yang belum pernah bergelut dengan ekspor, ada baiknya untuk mempelajari pengiriman dan pendistribusian bahan tani ke luar negeri. Mengirimkan barang non hidup sudah cukup sulit, apalagi jika ingin mengirimkan hasil tani yang memiliki tingkat kesegaran dan daya tahan yang berbeda-beda setiap komoditasnya. Hal ini harus dipikirkan, karena menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengusaha dan juga sistem ekspor yang dilakukan dari Indonesia.

Tantangan terakhir yakni pemahaman masyarakat Indonesia akan bisnis/transaksi internasional. Mengingat banyak petani kita yang bahkan tidak bisa membaca. Tentu mereka akan terkendala untuk bisa melakukan transaksi dengan perusahaan atau pengusaha di luar negeri. Harus ada perantara dan lembaga yang mewadahi petani di Indonesia.

Jika membaca kesempatan ini, bisa dikatakan kita berhasil melihat peluang bisnis ekspor pertanian dari Indonesia. Bukan hanya menjual/menanam tanaman sendiri. Kita juga bisa memfasilitasi petani di Indonesia dan memberikan mereka peluang untuk memperbaiki ekonomi bukan hanya satu orang saja, bakan satu desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *