Breaking News

Mengenal Pertanian di Jepang yang Wajib Kita Tiru

Pertanian adalah salah satu sektor paling penting dalam suatu negara. Karena tidak hanya menyediakan untuk bahan pangan, namun juga sebagai bahan dasar kegiatan lainnya. Untuk itu pertanian dalam suatu negara perlu untuk selalu ditingkatkan. Peningkatan tersebut bisa melalui teknologi pertaniannya.

Teknologi tersebut bisa menjadi kunci sukses dalam penyediaan kebutuhan dari sektor pertanian, mulai dari perbenihan hingga pasca panen. Salah satu negara yang bisa menjadi acuan pertanian Indonesia adalah pertanian di Jepang. Karena pertanian di negara tersebut merupakan salah satu yang paling maju di dunia.

Pertanian Modern di Jepang

Sejak awal terbentuknya Jepang, perekonomian negara ini bertumpu pada sektor pertanian. Hasil pertanian masyarakatnya memiliki peran yang penting karena merupakan tolak ukur kesejahteraan masyarakatnya. Padahal letak geografis Jepang terletak di atas Lingkaran Api Pasifik di pertemuan tiga lempeng tektonik.

Hal itulah yang menyebabkan Jepang sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi, hingga terjadi tsunami. Dan negara inipun termasuk negara yang miskin akan sumber daya alam. Sehingga banyak negara yang kurang tertarik dengan Negara Jepang untuk mengunjunginya. 

Namun pada sekitar tahun 1950an, perekonomian Jepang bergeser pada sektor Industri yang menyebabkan semakin terbatasnya lahan pertanian dan sektor pertanian pun mulai tergeser. Dan sejak saat itu, terdapat lembaga yang memperjuangkan pertanian tersebut dengan berbagai kebijakannya dan memanfaatkan teknologi industri.

Sehingga dengan berbagai upaya, negara mendorong untuk memproduksi produk komoditi pertanian. Dalam perkembangannya, hingga saat ini Jepang terkenal dengan negara maju baik di bidang ekonomi, industri, teknologi, maupun pertanian.

Jepang merupakan negara modern yang memiliki sistem pertanian yang maju dengan teknologi tinggi yang bekerja dengan baik. Teknologi yang tinggi tersebut yang merupakan salah satu hal pokok negara Jepang dalam penyediaan produk pertanian dengan kualitas baik dan kuantitas yang mencukupi. Padahal Jepang memiliki kondisi tanah dan luas lahan pertanian yang tidak lebih banyak dari Indonesia. Namun negara ini bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Sistem Pertanian di Indonesia

Indonesia termasuk salah satu negara agraris terbesar di dunia. Negara Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat cukup untuk digunakan modal bersaing. Hal itu membuat sektor pertanian menjadi tumpuan hidup utama sebagian besar masyarakat Indonesia.

Namun dalam perjalanannya, sektor pertanian di Indonesia mengalami beberapa hambatan yang sangat berpengaruh terhadap terhadap perekonomian negara. Hambatan tersebut menyebabkan pula terjadinya kemiskinan masyarakat yang juga akan mempengaruhi kehidupan masyarakat seperti di sektor sosial, politik, budaya, dan juga akhlaq.

Hal tersebut membuat sektor pertanian di Indonesia harus melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi hal tersebut. Salah satunya adalah membangun sistem pertanian yang maju dan modern, dengan melibatkan pengetahuan dan teknologi yang maju di biang pertanian.

Melihat kemajuan sektor pertanian di Jepang, membuat sistem pertanian di Indonesia perlu melakukan kerjasama atau meniru sistem pertanian tersebut. Beberapa hal yang menjadikan Negara Jepang maju di bidang pertanian yang bisa ditiru oleh Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Teknologi Maju Pertanian di Jepang

Negara Jepang memiliki kemajuan di bidang teknologi dan industri. Sehingga teknologi pertanian menjadi kunci sukses negara Jepang. Teknologi pertanian diaplikasikan mulai dari pembibitan hingga pasca panen. Bahkan pada proses perawatannya seperti  pengolahan lahan, penyiraman, pemupukan, dan sebagainya, Jepang telah memanfaatkan mesin pertanian modern untuk itu. Sehingga dengan memanfaatkan teknologi modern tersebut, bisa memberikan hasil produktivitas yang berkualitas dengan kuantitas yang mumpuni.

Contoh teknologi pertanian modern di Jepang yang bisa ditirukan adalah pembibitan padi dengan rekayasa genetika untuk menghasilkan padi berkualitas. Pada proses pemanenan padi, memang di Indonesia sudah menggunakan teknologi combine Harvester, namun masih sederhana. Dan di Jepang memiliki teknologi pemanenan yang lebih efektif karena bisa dioperasikan hanya dengan 1 orang.

2. Etos kerja masyarakat yang tinggi

Masyarakat Jepang terkenal dengan etos kerjanya yang tinggi dan tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya pekerja industri maupun kantoran saja, namun pada sektor pertanian pun masyarakat akan bekerja keras dengan etos yang tinggi. Biasanya, masyarakat Jepang akan menerapkan masa kerja 8 jam dalam menggarap lahan pertanian diluar jam istirahat.

Dan setiap petani biasanya akan memiliki sejumlah karyawan untuk membantu mengurus lahan pertanian yang berhektar-hektar luasnya. Para petani pun telah resmi terdaftar di dinas tenaga kerja, mendapat tunjangan kesehatan dan juga dipotong pajak.

3. Perhatian Pemerintah Jepang yang tinggi terhadap Pertanian

Pemerintah jepang akan mengatur keperluan tata niaga pertanian Jepang agar semua tertata. Sebaga contoh jenis tanaman yang dibudidayakan. Hal tersebut akan membuat hasil pertanian akan selalu ada pasarnya. Pemerintah pun juga akan membeli hasil pertanian dengan harga tinggi dan membantu mendistribusikannya. Sistem tersebut hampir sama seperti bulog, namun lebih rami. Dan jika ada pihak swasta yang ingin membeli langsung dari petani, maka harganya akan lebih tinggi.

Dalam hal teknologi pertanian, Pemerintah juga memberikan dana khusus untuk itu. Pemerintah Jepang memberikan subsidi untuk pengembangan 20 jenis robot yang mampu membantu proses pertanian mulai dari pembenihan hingga pemanenan berbagai macam tanaman.

Sebagai contoh saat ini sedang mengembangkan traktor robot yang telah teruji di lapangan. Hal ini dilakukan karena mereka memperkirakan nantinya akan terjadi pertumbuhan penduduk yang cukup pesat sehingga kebutuhan pangan pun akan meningkat. Dan dengan teknologi robot, akan membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut.

4. Harga Produk Pertanian yang Terkontrol

Karena Pemerintah membeli hasil pertanian dengan harga tertentu, maka pemerintah bisa mengendalikan harga produk pertanian dengan layak. Pihak swasta yang ingin membelinya pun tidak akan pernah membelinya dengan harga dibawah harga Pemerintah. Sehingga tidak ada kata rugi dari Petani akibat permainan tengkulak. Namun teknik ini sesungguhnya akan berbahaya jika kas negara tidak banyak.

5. Lahan Petani yang Luas

Setiap petani di Jepang memiliki lahan pertanian yang luas. Karena di Jepang, petani akan memiliki lahan sekitar 10 hektar. Hal ini karena petani Jepang akan mewariskan ke keluarganya dengan cara tidak membaginya seperti di Indonesia. Mereka akan mewariskan lahan pertanian kepada 1 anak saja yang benar-benar ingin menjadi petani. Kadangkala juga mereka akan menambah lahan pertaniannya seiring berjalannya waktu, sehingga kepemilikan lahan pertanian setiap petani akan tetap luas.

Luas lahan tersebut juga karena sistem pertanian dari Pemerintah Jepang. Karena mereka menerapkan empat pilar pembangunan pertanian. Salah satunya adalah Farm Size Expansion. Sistem kebijakan tersebut bertujuan supaya kepemilikan lahan pertanian semakin bertambah dari 4 hektar menjadi 15-20 hektar setiap keluarga petani. Sehingga Pemerintah tidak hanya mendukung dalam pembelian produk pertanian, namun juga berpengaruh dalam peluasan lahan pertanian.

Nah sebenarnya di Indonesia mungkin sudah menerapkan beberapa sistem pertanian seperti di Jepang. Namun memang masih belum terlalu maksimal. Maka dari itu, sistem pertanian di Jepang tersebut bisa saja ditiru dan  menerapkannya di Indonesia sehingga bisa memajukan pertanian di Indonesia.

Check Also

Neringa Kriziute Video Went Viral on Twitter

As you all know, social media is an essential part of every person's life today, and that is the goal of why people will one day become famous. In this post, we will talk about an even more bizarre girl who has now become viral on social networks due to her in-depth material. He can [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *