Breaking News

Belajar Menganalisa pH Tanah sebagai Indikasi Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah bisa terlihat dari kesehatan tanah. Pengukuran kesehatan tanah tidak bisa secara langsung, tetapi pengukuran tersebut bisa dengan menggunakan indikator kinerja tanah.  Salah satunya bisa melakukan tes terhadap pH tanah, kandungan unsur hara, dan juga perakaran tanah. Pengukuran pH tanah atau tingkat keasaman tanah sangat penting karena akan mempengaruhi keadaan tanah. Keadaan tanah yang baik adalah dengan pH yang tidak terlalu masam ataupun terlalu basa. Untuk itu perlu untuk mempelajari tentang analisa keasaman tanah agar mengetahui tingkat kesuburan tanah.

pengukuran pH tanah

1. Kesuburan Tanah

Kesehatan tanah akan mempengaruhi kesuburan tanah. Ciri tanah yang sehat adalah pengolahan tanah mudah, jeluk tanah cukup dalam, unsur hara cukup tidak berlebihan, populasi hama dan penyakit tanaman kecil, drainase sangat baik, populasi organisme tanah yang menguntungkan sangat banyak, gulma sangat kecil, bebas bahan kimia dan toksin, tahan degradasi, lentur (resilience) ketika terjadi kondisi yang buruk

Kesehatan tanah ialah integrasi dan optimasi sifat tanah (fisik, kimia, dan biologi) yang bertujuan untuk peningkatan produktivitas dan kualitas tanah, tanaman, dan lingkungan. Pengukuran Indikator kesehatan tanah bisa dari faktor biologi yaitu bahan organik, kenampakan tanaman, cacing tanah, dekomposisi, dan perakaran; faktor fisika yaitu erosi, drainase, pengolahan tanah, struktur tanah, hasil, kompaksi, infiltrasi, warna tanah, kapasitas penahanan air;  dan faktor kimia yaitu pH, kandungan N, kandungan P, defisiensi unsur hara, kandungan K, dan perakaran.

Untuk mengetahui kesehatan tersebut, perlu untuk melakukan penilaian kesehatan tanah. Penilaian kesehatan tahan ialah mengukur sifat-sifat tanah yang berpengaruh terhadap kesehatan tanah di lapangan dan kemudian mengkelas-kelaskan kesehatan tanah. Kelas kesehatan tanah dibuat atas dasar persentase total skor. Kelas kesehatan tanah ditetapkan berdasarkan atas persentase total skor masingmasing cuplikan tanah. Persentase total skor setiap cuplikan tanah digunakan untuk menentukan kelas kesehatan tanah, yaitu tanah Sangat Sehat, tanah Sehat, tanah Cukup Sehat, tanah Kurang Sehat, dan tanah Tidak Sehat.

Banyak sekali variabel pengukuran terhadap kesehatan tanah yang akan menentukan kesuburan tanah. Namun kali ini akan dibahas mengenai pengukuran pH tanah sebagai indikator kesuburan tanah.

2. pH tanah

Sebagai media untuk pertumbuhan tanaman, tanah sangat berperan penting terhadap penyediaan unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Sehingga tanah tidak akan jauh dari yang namanya kesuburan tanah. Salah satu sifat yang penting adalah sifat kimia yang di dalamnya terdapat indikator pH tanah.

pH atau Power of Hydrogen merupakan derajat keasaman yang mengindikasikan jumlah ion hidrogen dalam suatu larutan. Larutan yang memiliki nilai pH rendah di bawah 7, maka masuk dalam kategori asam. Jika tanah terlalu asam maka daerah tanah biasanya lebih basah. Pada kondisi ini, tanah akan bersifat korosif.

Sedangkan jika lebih dari 7 maka masuk dalam kategori basa. Dan ketika keadaan tanah basa, biasanya tanah cenderung lebih kering. pH tanah yang baik adalah yang netral karena ketika dalam keadaan ini mikroorganisme akan beraktivitas dengan baik dalam hal dekomposisi bahan organik.

Salah satu hal yang menjadikan pH tanah tidak seimbang adalah penggunaan zat kimia. Penambahan zat kimia terus menerus mengakibatkan pH tanah terlalu masam. Kondisi tanah asam akan berpengaruh pada produksi biomassa dan aktivitas mikrobia dalam tanah. Tanah yang terlalu asam atau basa akan mengurangi aktivitas mikroorganisme. Pada kondisi tanah asam, fungi yang berperan dalam kegiatan tersebut, sehingga dekomposisi residu tanaman lambat namun kerja fungi lebih efisien daripada bakteri.

3. Faktor yang Mempengaruhi Keasaman Tanah

Keadaan keasaman tanah pastinya disebabkan oleh beberapa hal. Curah hujan yang terlalu tinggi bisa meningkatkan kemungkinan tercucinya unsur hara pada tanah. Begitu juga drainase yang kurang baik sehingga air tergenang secara terus menerus dalam waktu yang lama bisa mempengaruhi keasaman. Tidak hanya air, unsur dalam tanah juga bisa mempengaruhi. Unsur Alumunium, Tembaga, dan Besi yang berlebihan serta unsur Magnesium dan Kalsium yang rendah bisa juga mempengaruhi keasaman tanah. Kekurangan unsur tersebut bisa saja karena terjadinya dekomposisi bahan organik.

4. Analisa pH tanah

Pada umumnya, untuk mengetahui tingkat keasaman tanah yang paling akurat adalah dengan menggunakan pH meter. Namun banyak petani yang tidak menggunakan alat ini karena alatnya yang cukup mahal. Padahal sudah diketahui bahwa tingkat keasaman sangatlah penting dalam menentukan kesuburan tanaman. Maka dari itu, berikut ini akan dibahas mengenai cara menganalisis pH tanah menggunakan alat ataupun dengan cara sederhana.

a. Pengukuran pH tanah dengan pH meter

Cara pengukuran pertama adalah dengan menggunakan alat pH meter. Pengukuran dengan menggunakan alat ini merupakan cara yang sangat mudah dan praktis, serta akurat. Dengan hanya memasukkan ujung alat ke empat ujung titik lahan dan satu titik di tengah-tengah lahan, bisa langsung mengetahui skala keasaman tanah yang ditunjukkan dengan angka rata-rata.

b. Kertas lakmus

Kadar keasaman tanah bisa juga terdeteksi dari pengukuran dengan kertas lakmus. Namun dengan cara ini, hanya bisa mendeteksi kadar keasaman saja tanpa ada angka yang pasti. Cara mengukurnya adalah dengan mengambil sampel tanah di 5 titik berbeda, 4 titik ujung dan 1 titik di pertengahan lahan. Semua sampel tanah tersebut dijadikan satu pada wadah dan beri air dengan perbandingan 1:1. Kemudian aduk hingga tercampur rata dan biarkan hingga tanah mengendap dan air serta tanah terpisah sekitar 15-20 menit. Setelah terpisah, celupkan ujung kertas lakmus pada air selama 1 menit tanpa menyentuh tanah. Ketika warna kertas lakmus stabil, cocokkan warna kertas lakmus dengan bagan warna dan akan bisa mengetahui kadar keasaman tanahnya.

c. Menggunakan kunyit

Selain menggunakan dua cara tersebut, terdapat cara tradisional lainnya dalam mendeteksi keasaman tanah. Seperti halnya pengukuran dengan lakmus, pengukuran dengan kunyit ini pastinya memiliki kekurangan. Pengukuran keasaman menggunakan kunyit hanya bisa mendeteksi kondisi tanah sedang asam atau basa saja, tanpa ada angka.

Cara ini sangatlah mudah. Ambil kunyit sebesar jari telunjuk dan potong jadi dua. Salah satu potongan kunyit dimasukkan ke dalam tanah basah yang akan diukur pH nya. Tunggu hingga sekitar 20 menit dan akan terlihat perubahan warna pada bagian potongan kunyit tersebut. Jika warna kunyit yang terpotong tersebut menjadi pudar, menandakan bahwa tanah dalam keadaan masam. Jika keadaan tanah netral, potongan kunyit akan tetap cerah. Dan jika warna kunyit biru, menandakan bahwa tanah dalam keadaan basa.

Nah itulah beberapa cara untuk mengukur kadar keasaman tanah. Tanah yang baik adalah dalam keadaan netral dengan pH tanah 7. Tanah yang terlalu masam dan basa, akan mempengaruhi tanaman. Dalam keadaan tersebut, akar tanaman tidak mampu untuk menyerap unsur hara dengan baik.

Jika tanah terlalu asam, bisa diantisipasi dengan pemberian kapur pertanian. Secara umum, untuk meningkatkan 1 tingkat keasaman tanah, membutuhkan 2 ton kapur pertanian atau dolomit setiap hektarnya dan berlaku kelipatannya. Misalkan, jika tanah menunjukkan pH sebesar 5, dan ingin menetralkan tanah tersebut, maka dalam satu hektar lahan bisa menambahkan sebesar 4 ton dolomit atau kapur pertanian. Pemberian kapur pertanian tersebut akan lebih baik jika pada saat pengolahan lahan, sehingga ketika penanaman benih atau bibit, keadaan tanah sudah netral dan benar-benar stabil.

Check Also

jenis kura-kura

Jenis Kura-Kura Darat untuk Dipelihara dan Tips Merawatnya

Jika Anda berniat memiliki hewan peliharaan yang unik, maka kura-kura bisa menjadi pilihan. Hewan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.