Breaking News

Mengenal Karakteristik dan 5 Pola Ekor Murai Batu yang Unik

Sobat agribisnis, apakah Anda merupakan pecinta burung kicau? Jika iya, maka tentu sudah tidak asing lagi dengan murai batu. Jenis burung yang satu ini memiliki karakteristik dan pola ekor yang sangat unik. Akibat keunikan dan kicauannya itulah burung ini banyak sekali peminatnya dan menjadi pilihan bagi pecinta burung kicau. Lalu, seperti apa karakteristik dan pola ekor murai batu itu? Inilah ulasan lengkapnya.

Berkenalan dengan Jenis Burung Murai Batu

pola ekor murai
(sumber gambar: alamendah.files.wordpress.com)

Burung murai batu juga terkenal dengan sebutan kucica hutan. Nama latinnya adalah Copsychus malabaricus dan tergolong ke dalam keluarga Muscicapidae atau burung cacing. Daerah persebaran burung ini terbilang cukup luas, mulai dari Semenanjung Malaysia, Pulau Sumatra, dan sebagiannya lagi di Pulau Jawa.

Di daerah Sumatra, Anda bisa menjumpai banyak sekali jenis burung murai batu. Mulai dari murai batu Aceh, murai batu Medan, murai batu Lampung, hingga murai batu Nias. Setiap jenis murai juga memiliki perbedaan dari segi pola ekornya sehingga membuat mereka sangat unik dan berbeda satu dengan yang lainnya.

Sementara itu di Pulau Jawa, burung ini memang hanya tersebar di beberapa tempat saja. Seperti di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Meru Betiri, dan juga Hutan Wisata Pananjung Pangandara. Di beberapa daerah inilah burung kucica hutan bisa Anda jumpai.

Di habitat aslinya, burung ini cenderung memilih tempat tinggal berupa hutan yang rapat atau hutan sekunder. Selain itu, kucica hutan juga terkenal dengan sifatnya yang sangat teritorial. Ia tidak akan segan melawan siapa saja yang berusaha merusak wilayah jangkauannya. Di alam bebas, murai batu akan memakan berbagai jenis serangga dan juga cacing, contohnya seperti jangkrik, kroto, dan juga ulat.

Karakteristik Murai Batu atau Kucica Hutan

Burung murai batu juga memiliki karakteristiknya tersendiri yang bisa Anda lihat dari suara dan bentuk tubuhnya. Dari segi fisik, hampir seluruh bagian tubuh burung ini memiliki warna hitam, kecuali pada bagian bawahnya yang berwarna merah cerah, kusam, atau jingga. Anda bisa menjumpai warna biru sedikit pada bagian kepalanya dan panjang tubuhnya sekitar 14 cm sampai 17 cm.

Selain itu, Anda tidak perlu kesulitan untuk membedakan jenis betina dan jantan. Pasalnya, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari jantan dan betina dari segi fisiknya. Untuk murai batu jantan, tubuhnya akan berukuran lebih besar dan memiliki suara yang lebih lantang. Sementara untuk betina tubuhnya lebih kecil dan memiliki suara yang lebih pelan.

Kicauan memang menjadi keunggulan utama dari murai batu, karena terkenal indah dan juga lantang. Bahkan pada tahun 1947 burung ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai The Best Song Birds – Delacour. Karena perhargaan ini banyak sekali pemelihara dan pecinta burung kicau yang memburu murai batu.

Baca Juga: 5 Makanan Burung Jalak Kebo Terbaik: Rahasia Gacor, Gesit, dan Sehat

5 Jenis Pola Ekor Murai Batu

pola ekor murai
(sumber gambar: agraindo.com)

Tidak hanya dari segi suara, keunggulan lain dari burung ini adalah pada pola ekor murai batu yang sangat unik dan beraneka ragam. Setidaknya terdapat 5 (lima) jenis pola yang berbeda dan memiliki keunikannya tersendiri. Inilah beberapa pola tersebut:

1. Murai Batu Lahat

Pola ekor murai batu yang pertama adalah pola yang panjan dan berasal jenis murai dari lahat. Jenis burung ini memiliki ukuran tubuh yang sedang dan ekor yang panjang. Panjang ekornya bisa mencapai 18 sampai 30 cm. Dengan ekornya yang panjang inilah banyak orang yang menyukai burung ini karena keindahan ekornya.

Meski dari segi tubuhnya hampir sama dengan murai batu nias, namun pembeda utamanya adalah dari panjang ekor mereka. Suara dari kucica hutan lahat juga terbilang sangat bervariasi, serta memiliki mental dan kemampuan untuk beradaptasi dengan baik. Jika ingin memilikinya, Anda bisa dengan mudah menemukan jenis burung ini di banyak pasar burung atau penjual hewan.

2. Murai Batu Kalimatan atau Borneo

Untuk jenis yang satu ini, pola ekor yang bisa Anda lihat akan terlihat cukup pendek. Tidak mengherankan karena memang panjang ekor burung ini hanya sepanjang 10 sampai 13 cm saja. Selain itu, warna bagian dada dari burung ini memiliki warna kuning, dimana semakin terang warna kuning tersebut, maka menandakan bahwa mentalnya lebih bagus.

Sementara itu bagian kepalanya cenderung lebih mengkotak dan tidak bulat sempurna. Bagian matanya juga terlihat tajam tatapannya dan cenderung ke melotot. Suaranya lantang dan terkenal keras diantara beberapa jenis lainnya. Bagian kaki burung ini memiliki warna hitam dan juga coklat. Jika tertarik dengan murai batu Borneo, maka sebaiknya hindari membeli burung yang memiliki warna kaki kekuningan.

3. Murai Batu Nias

Pola ekor murai batu selanjutnya merupakan jenis yang berasal dari Nias. Secara bentuk fisik, burung ini memiliki ukuran tubuh yang terlihat kecil dan warna ekor yang hitam atau blacktail. Dengan panjang ekor yang mencapai 17 sampai 20 cm, pola ekor murai batu yang satu ini memang terlihat cukup jelas dan indah.

Sementara itu dari segi suara, ia bisa mengeluarkan kicauan yang cukup keras dan juga lantang. Yang perlu Anda ketahui juga bahwa burung ini bisa menirukan suara lain dengan cukup akurat, sehingga tergolong sebagai burung yang cerdas. Mentalnya juga cukup kuat dan tidak mudah stress.

4. Murai Batu Aceh

Pola ekor selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah untuk jenis yang berasal dari Aceh. Untuk jenis ini lebih tepatnya berasal dari daerah pegunungan di Seulawah Sabang, Lhoong, dan Keude Being. Di beberapa daerah tersebutlah burung kucica hutan Aceh paling banyak untuk ditemukan. Banyak orang yang mencari burung ini karena ciri khas suaranya yang sangat unik dan cukup berbeda dengan jenis lainnya.

Suara kicauannya juga seringkali menyerupai suara tembakan dan bisa terdengar menyayat dengan lantang. Sementara untuk pola ekor, burung ini memiliki panjang ekor yang cukup panjang, yaitu 19 sampai 30 cm. Dengan panjang ini maka pola ekor yang terlihat juga lebih jelas dan termasuk pola yang panjang. Dari segi fisik, tubuhnya terbilang kecil dan lebih terlihat bagian ekornya yang menjuntai panjang.

5. Murai Batu Lampung

Untuk jenis murai batu ini, sudah terbilang sulit untuk Anda temukan, karena memang jumlahnya sudah berkurang di habitat aslinya. Ini merupakan akibat dari perluasan pemukiman warga yang membuat murai batu Lampung menjadi bermigrasi ke tempat lain.

Pola ekor dari burung ini tergolong sedang, dalam artian tidak terlalu panjang maupun pendek. Panjangnya sekitar 12 cm sampai 18 cm dan memiliki ukuran tubuh yang cukup kecil. Warna pada bagian dadanya adalah orange dan sedikit kecoklatan sehingga terlihat sangat cantik dan unik. Hanya saja, dari segi suara murai batu Lampung kurang variatif karena seringkali mengulang kata dalam kicauannya atau ngebab. Inilah yang membuat kicauannya kurang indah daripada jenis lainnya.

Memilih Burung Murai Batu yang Tepat

Ketika membeli burung murai, maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Tujuannya supaya bisa mendapatkan burung dengan kesehatan dan kualitas mental terbaik untuk Anda pelihara nantinya. Pertama, selalu pastikan untuk memilih murai dengan ukuran tubuh yang ideal dan proporsional. Sebab ini bisa menjadi faktor yang akan sangat mempengaruhi ketika Anda ingin mengikut sertakan murai batu ke lomba kicau burung.

Selanjutnya, pilih murai batu yang memiliki bentuk kepala tidak bulat dan justru sedikit gepeng. Bentuk kepala yang unik ini akan mampu menambah gaya dan penampilannya ketika berkicau. Perhatikan juga bagian matanya, pilih murai batu yang memiliki mata sehat, bersih, jelas, dan tidak ada cacat sebagai tanda bahwa burung tersebut sehat.

Kemudian, jangan lupa juga untuk memilih murai batu yang memiliki suara kicauan yang keras, lantang, dan jelas. Apabila suara kicauannya terdengar menyambung antara satu sama lain dan memiliki jeda yang sama, juga menandakan bahwa burung tersebut bagus dan sehat untuk perlombaan.

Nah, sobat agribisnis itulah karakteristik dan beberapa pola ekor murai batu yang bisa Anda perhatikan. Jenis burung ini memang sangat populer sebagai burung kicau di perlombaan atau sebagai peliharaan biasa. Yang terpenting, selalu pastikan Anda membeli burung yang berada dalam kondisi yang sehat, bersuara keras, dan tidak catat agar bisa dipelihara dengan baik.

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.