Breaking News

Proses Pembuatan Biogas dan Sederet Manfaatnya untuk Kehidupan

Sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan, minyak dan gas bumi tidak bisa manusia produksi secara terus menerus. Artinya, penggunaan gas dan minyak bumi juga terbatas. Manusia harus bisa mencari alternatif sumber daya lain yang bisa meringankan peran gas dan minyak bumi seperti contohnya adalah biogas. Proses pembuatan biogas juga terbilang mudah dan bisa Anda lakukan dengan cepat.

Dengan kemudahan dan kecepatan pembuatannya, tidak heran jika semakin banyak orang yang kemudian menggunakan biogas. Lalu, apa itu biogas? Bagaimana tahapan untuk membuat biogas dan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Mengenal Apa Itu Biogas dan Manfaatnya

proses pembuatan biogas
(sumber gambar: republika.co.id)

Biogas adalah salah satu alternatif sumber daya energi yang terbuat dari berbagai bahan organik. Bahan organik ini bisa berupa kotoran hewan, kotoran manusia, sampah limbah organik, dan juga sampah rumah tangga. Yang terpenting bahan pembuatan biogas haruslah bahan yang bersifat biodegradable atau bahan yang bisa teruraikan secara hayati.

Nantinya, berbagai bahan organik tersebut akan mampu menghasilkan karbondioksida dan juga gas metana. Kedua senyawa inilah yang menjadi bahan utama untuk pengolahan dari biogas. Ketika proses pembuatan biogas selesai, sumber energi ini akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Inilah berbagai manfaat dari biogas:

1. Mengurangi Polusi Air dan Tanah

Manfaat dari biogas yang pertama adalah membantu untuk mengurangi polusi air dan juga tanah. Ketika Anda membuang sampah, maka akan menghasilkan polusi berupa bau busuk serta menimbulkan cairan yang beracun. Tentu kedua keluaran sampah ini bisa menjadi pemicu polusi tanah, air, bahkan juga udara.

Polusi ini tentu akan menjadi masalah bagi penduduk bumi setiap harinya karena produksi sampah akan selalu tinggi. Nah, ketika sampah tersebut Anda olah menjadi biogas tentu polusi akibat sampah bisa sangat berkurang drastis dan manusia bisa lebih terminimalisir dari polusi tersebut.

2. Ramah Lingkungan

Selain berkontribusi dalam pengurangan polusi, biogas juga sangat ramah lingkungan. Energi yang biogas hasilkan adalah energi yang terbarukan dan juga bersih. Gas hasil biogas tidak akan menimbulkan polusi dan sangat bermanfaat dalam pengurangan emisi rumah kaca. Pasalnya, biogas tidak membutuhkan proses pembakaran seperti berbagai sumber energi lainnya.

Karena tidak melalui pembakaran, tentu biogas lebih aman untuk lingkungan. Kontribusi juga menjadi lebih tinggi untuk mengurangi ancaman pemanasan global yang sudah semakin serius. Selain itu, biogas juga tidak membutuhkan energi lain dalam proses pembangkitnya. Bahan-bahan yang harus Anda siapkan untuk membuat biogas juga berasal dari bahan alami yang terbarukan.

3. Teknologi yang Murah

Keunggulan lain dari penggunaan biogas adalah teknologinya yang terbilang murah. Ketika Anda membuat biogas maka bahan dan peralatan yang harus Anda siapkan terbilang mudah untuk Anda temukan dan terjangkau. Bahkan biodigester yang berperan dalam proses pembuatan biogas bisa Anda produksi secara langsung di rumah. Tentunya dengan memanfaatkan kotoran hewan dan juga limbah dapur.

Setelah itu, nantinya hasil gas dari biogas bisa langsung Anda gunakan sebagai bahan bakar memasak dan juga untuk menyalakan listrik. Bagi para peternak juga kotoran ternak yang ada bisa Anda olah menjadi biogas dengan manfaat yang besar. Setidaknya produk limbah atau kotoran dari hewan sapi, bisa menyalakan bola lampu sepanjang hari.

4. Pupuk Organik

Produk hasil pengolahan biogas adalah pupuk organik yang diperkaya atau digestate. Adanya pupuk ini bisa menjadi suplemen yang sempurna sebagai pengganti pupuk kimia. Nantinya pupuk organik ini bisa membantu mempercepat pertumbuhan serta membuat tanaman lebih tahan terhadap berbagai macam penyakit.

Baca Juga: Sapi Belgian Blue: Jenis Sapi Bongsor yang Bernilai Ternak Tinggi

Proses Pembuatan Biogas

proses pembuatan biogas
(sumber gambar: pplhbohorok.co.id)

Proses pembuatan biogas sebenarnya tidak terlalu sulit. Ketika membuat biogas, maka Anda harus menerapkan prinsip proses dekomposi bahan organik anaerobik atau tertutup dari adanya udara. Beberapa bahan yang harus Anda siapkan adalah kotoran sapi, kotoran ternak lain, dan sisa-sisa pertanian. Selain itu Anda juga harus menambahkan starter.

Instalasi biogas ini juga bisa Anda sebut dengan istilah Digester. Fungsi dari alat ini adalah sebagai media untuk menampung gas metan hasil perombakan dari bahan organik oleh bakteri. Untuk jenis digester, yang paling umum adalah model continuous feeding. Anda bisa mengisi bahan organik setiap hari secara kontinu dengan menggunakan model digester ini.

Nantinya, besar kecilnya instalasi bisa Anda sesuaikan dengan kotoran ternak dan seberapa banyak biogas yang ingin Anda hasilkan. Untuk lokasi pembuatan biogas, setidaknya harus dekat dengan kandang agar kotoran bisa langsung masuk ke digester. Anda juga harus membuat sebuah penampung lumpur yang bisa menjadi cikal bakal pupuk organik. Proses pembuatan biogas selengkapnya adalah:

1. Campur Kotoran Hewan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencampurkan kotoran sapi atau hewan dengan air dengan perbandingan 1:1. Nantinya campuran ini harus berbentuk seperti lumpur. Mengapa harus berbentuk seperti lumpur? Karena dengan tekstur ini Anda akan jauh lebih mudah untuk memindahkannya ke digester. Untuk lokasi pencampuran, Anda bisa menggunakan bak penampung sementara.

2. Mengalirkan Campuran

Setelah kotoran dan air tercampur dengan rata, proses pembuatan biogas selanjutnya adalah mengalirkan campuran ke digester. Anda bisa menggunakan lubang pemasukan agar cairan bisa mengalir ke dalam digester. Buka kran gas yang ada di bagian digester terlebih dahulu agar udara yang ada di dalam digester bisa keluar. Anda harus mengisi lumpur kotoran sapi dengan jumlah yang banyak sampai kapasitas digester penuh.

3. Tambahkan Starter

Starter biogas bisa Anda jumpai dengan mudah di toko-toko peternakan atau pertanian terdekat. Jumlah starter yang harus Anda siapkan adalah sebanyak 1 liter. Selain itu tambahkan juga isi rumen segar yang berasal dari rumah potong hewan sebanyak 5 karung untuk digester ukuran 3,5 sampai 5 meter. Jika digester sudah benar-benar penuh, maka silahkan tutup gas digester yang sebelumnya sudah Anda buka agar proses pembuatan biogas bisa masuk ke tahap fermentasi.

4. Proses Fermentasi

Pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-8, Anda harus membuang has yang muncul akibat proses fermentasi biogas. Pasalnya, gas ini adalah CO2 yang tidak bisa Anda pakai sebagai biogas. Baru pada hari ke-10 sampai hari ke-14 barulah yang muncul adalah gas metan (CH4).

Pada proses tersebut, kadar gas metan akan bertambah dan kadar CO2 akan sangat menurun. Nantinya, jika komposisi gas metan sudah mencapai 54% dan CO2 mencapai 27%, barulah biogas bisa menyala sebagai sumber energi.

5. Hasil Akhir

Lalu bagaimana jika sudah menyala? Apabila biogas sudah menyentuh kadar yang seharusnya, maka proses pembuatan biogas bisa Anda lanjutkan pada tahap akhir yaitu pemakaian. Biogas yang sudah jadi bisa Anda pakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti menyalakan listrik maupun api untuk kompos gas.

Setelah hari ke-14 inilah biogas sudah bisa Anda manfaatkan sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dan juga murah. Nantinya, Anda bisa mengisi digester dengan kotoran sapi atau hewan lainnya secara terus menerus supaya bisa menghasilkan biogas yang maksimal untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil produk lain juga bisa Anda manfaatkan sebagai pupuk organik.

Apakah biogas berbau? Maka jawabannya adalah tidak. Mungkin banyak orang yang masih ragu untuk menggunakan biogas karena takut akan berbau karena terbuat dari kotoran sapi. Akan tetapi tidak perlu khawatir karena biogas sama sekali tidak mengeluarkan bau tidak sedap sehingga sangat aman dan nyaman untuk Anda gunakan.

Nah, sobat agribisnis itulah cara dan proses pembuatan biogas yang bisa Anda ikuti. Pada dasarnya, biogas adalah sumber energi alternatif yang sangat ramah lingkungan dan juga bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Penggunaan biogas juga memberikan kontribusi yang sangat baik untuk kelestarian alam.  Sudah banyak sekali pengolahan biogas yang membawa kontribusi baik bagi masyarakat sekitar khususnya yang memang memiliki hasil limbah organik dalam jumlah besar.

Misalnya di sekitar daerah peternakan atau di daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang notabenenya selalu dipenuhi oleh tumpukan sampah. Tidak hanya itu, teknologi pembuatan biogas juga terjangkau dan tidak menghasilkan bau apapun. Jadi, agar kelestarian gas dan minyak bumi bisa lebih terjaga pastikan Anda memahami manfaat dan pengolahan biogas agar bisa mengimplementasikannya juga ya!

Check Also

makanan kucing kampung

Pilihan dan Cara Membuat Sendiri Makanan Kucing Kampung yang Mudah

Bagi para pemilik kucing, khususnya kucing kampung makanan menjadi hal yang harus Anda perhatikan. Pasalnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published.