Breaking News

Mengenal Sapi Brahman Super dan Prospek Bisnisnya

Bisnis peternakan sapi potong masih memiliki prospek yang sangat bagus. Pasalnya, kebutuhan daging sapi di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Sehingga untuk memenuhi ketahanan pangan akan daging sapi tersebut, perlu peningkatan kualitas dan kuantitas peternakan sapi potong. Salah satu bibit sapi yang penting dalam proses produksi sapi potong di Indonesia adalah Sapi Brahman. Seperti halnya bisnis sapi perah yang memiliki prospek bagus, Sapi Brahman super bisa mengembangkan bisnis peternakan sapi potong karena merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas sapi.

Tentang Sapi Brahman

Sapi brahman merupakan sapi yang berasal dari India keturunan dari sapi Zebu. Jenis sapi ini merupakan hasil persilangan dari tiga bangsa sapi Zebu yaitu Guzaret, Nellore, dan Gyr. Selanjutnya, penternak Gulf, Amerika Serikat melakukan seleksi mugu genetik dan pengembangan pada sekitar tahun 1854. Peningkatan mutu tersebut menghasilkan sapi Brahman Cross.

Melihat kesuksesan peternak sapi Amerika Serikat, peternak Australia tidak mau ketinggalan. Pada tahun 1926, mereka mulai mengambil bibit dari Amerika untuk beternak dan melakukan penggemukan. Sapi-sapi tersebut sebagian disilangkan dengan sapi lokal Australia dan menghasilkan Sapi Brahman Super.

Mulai sekitar tahun 1970-an, Indonesia banyak mengimpor Sapi Brahman Super yang berasal dari Australia. Awalnya, sapi-sapi tersebut diimpor ke Sumba dan oleh peternak untuk perbaikan kualitas spesies sapi tersebut. Hingga saat ini, sapi-sapi dari daerah tersebut terjual ke seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.

Pemilihan sapi brahman super untuk beternak dan memenuhi kebutuhan daging dalam negeri karena beberapa pertimbangan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut seperti pertambahan bobot harian dan presentase karkas lebih tinggi dengan komponen tulang lebih rendah dibandingkan dengan sapi lokal. Mengingat untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, perlu adanya penggemukan atau peningkatan berat badan sapi melalui pembesaran daging dengan waktu yang relatif singkat. Dan Sapi Brahman super adalah salah satu jenis sapi yang harapannya bisa memenuhi ekspektasi tersebut.

Ciri-Ciri Sapi Brahman

Sapi Brahman bisa hidup dan beradaptasi pada suhu sekitar 8-105 derajat F tanpa adanya gangguan selera makan dan produksi hasil susu. Sebagai sapi kualitas super, Sapi Brahman memiliki ciri khas berbadan besar, berpunuk besar, dan berkulit longgar menggelambir dan berlipat-lipat pada bagian leher hingga perut. Warnanya pun bervariasi mulai dari abu-abu muda, merah, ataupun hitam. Pada dasarnya, warna Sapi Brahman jantan lebih gelap daripada sapi betina. Begitupula pada punuknya, punuk sapi Brahman jantan lebih besar daripada punuk sapi betina.

Kepala sapi Brahman lumayan panjang dengan telinga bergantung, bertanduk dengan ukuran sedang, lebar dan juga besar. Sapi Brahman memiliki potensi kenaikan bobot harian hingga 0,8 – 1,2 kg setiap harinya. Sehingga selama 3 – 4 bulan, Sapi Brahman bisa mengalami penggemukan hingga 250-300 kg dengan presentase karkas senilai 54,2%.

Hal lain yang bisa menjadikan Sapi Brahman sebagai sapi potong terbaik di daerah tropis adalah selain mampu beradaptasi pada berbagai musim, sapi ini relatif tahan terhadap panas dan gigitan caplak. Selain itu, kemampuan dalam mengasuh anak dan daya tahan terhadap berbagai kondisi yang jelek sangat bagus. Namun memang Sapi Brahman kurang toleran terhadap suhu udara yang rendah.

Sapi Brahman

Jenis-Jenis Sapi Brahman

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di Indonesia membuat Sapi Brahman yang telah terdaftar di Standar Pertanian Indonesia-Peternakan (SPI-NAK) disempurnakan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga standar tersebut bisa menjadi acuan nasional dan Internasional tentang Sapi Brahman.

Terdapat beberapa jenis Sapi Brahman yang beredar di Indonesia. Yang pertama adalah sapi brahman yang asli karena belum disilangkan. Dan yang kedua adalah Sapi Brahman Cross yang merupakan hasil persilangan sapi lokal Australia seperti Limosin, Simmental, Hereford, dan juga Aberdeen.

Penggemukan dan Pembibitan

Keberhasilan penggemukan dan pembibitan Sapi Brahman Super ditandai dengan penambahan bobot badannya. Selain itu, bibit asal sapi Brahman juga penting. Beberapa syarat sapi yang bisa untuk pembibitan adalah berasal dari pembibitan yang telah menerapkan pedoman pembibitan sapi potong yang baik, dan juga bebas dari cacat fisik, cacat alat reproduksi, ambing normal, dan pada sapi betina tidak menunjukkan gejala kemajiran.

Selain itu, pada bibit sapi jantan harus juga memiliki libido yang baik, kualitas dan kuantitas semen yang baik, dan tidak memiliki silsilah cacat genetik. Dan juga, sapi-sapi tersebut harus bebas dari penyakit hewan menular yang telah dinyatakan sehat oleh pejabat yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan tindakan kesehatan hewan dan menerbitkan keterangan sehat hewan. Syarat-syarat tersebut adalah Syarat penggemukan dan pembibitan sapi brahman super sesuai dengan standar nasional Indonesia.

Pembibitan Sapi Brahman Super biasanya terbagi menjadi dua metode. Metode pertama yaitu pembibitan dan penggemukan jangka pendek, dengan kurun waktu kurang dari enam bulan. Pada waktu tersebut, jika sapi-sapi sudah mulai besar maka akan segera dijual dan menggantinya dengan bibit sapi baru. Metode kedua adalah metode penggemukan jangka panjang yaitu pemeliharaan sapi  hingga sekitar 2 tahun lamanya dan menghasilkan sapi dengan bobot sekitar 500 kg.

Penggemukan Sapi Brahman Super dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pakan, umur, bangsa, dan juga jenis kelamin super. Pakan berpengaruh terhadap bobot sapi karena berhubungan dengan perolehan energinya.

Prospek Bisnis Sapi Brahman Super

Sapi Brahman masih menjadi sapi primadona peternak sapi di Indonesia untuk kelompok sapi pedaging. Karena sapi brahman super ini memiliki tubuh yang besar dan pertumbuhan daging yang cepat. Hal tersebutlah yang menjadi alasan terpilihnya jenis sapi ini.

Selain itu, terdapat keuntungan lain dari beternak Sapi Brahman yaitu mudah beradaptasi pada kondisi iklim yang tidak menentu, prosentasi karkas yang tinggi yang bisa meningkatkan nilai jual sapi, dan juga pengeluaran biaya untuk pakan ternak tidak sebesar biaya pakan ssapi jenis lainnya dengan pertambahan bobot yang sama.

Jika usaha peternakan tersebut dalam berbisnis memikirkan perencanaan dan pertimbangan yang matang dan terstruktur, maka bisnis sapi brahman bisa mendatangkan keuntungan sesuai dengan harapan. Sapi membutuhkan pakan utama berupa hijauan atau rumput. Pakan hijauan adalah semua pakan yang berasal dari tanaman atau tumbuhan, termasuk batang, ranting dan bunganya.

Biasanya untuk menunjang maksimalnya proses ternak, peternak menambahkan pakan penguat yang merupakan pakan dengan kadar serat kasar rendah sehingga sapi mudah untuk mencernanya. Pakan tersebut berupa biji-bijian seperti jagung, bulgur, dan juga hasil ikutan pertanian seperti katul ataupun dedak. Dengan optimalnya konsumsi pakan sapi brahman, harapannya Sapi bisa memproduksi daging dengan maksimal pula, sehingga bisa meningkatkan nilai jual dari Sapi Brahman Super.

Sapi Brahman Super memang menjadi primadonanya sapi potong. Namun pastinya harus dengan perawatan yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Itulah sekilas tentang Sapi Brahman Super dan prospek bisnisnya. Semoga bisa menambah pengetahuan tentang ternak sapi di Indonesia ini.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *