Breaking News

Pelajari Teknik Urban Farming, Sistem Pertanian Masa Depan

Kehidupan manusia yang semakin maju setiap harinya, juga turut menghadirkan berbagai teknologi baru yang bisa bermanfaat dan menunjang kehidupan manusia. Termasuk dalam bidang pertanian. Kemajuan tersebut terwujud dalam teknik urban farming atau pertanian urban. Di wilayah perkotaan dengan lahan yang terbatas, teknik pertanian seperti ini tentu bisa menjadi alternatif terbaik untuk masyarakat. Bahkan, teknik pertanian ini juga berkembang menjadi sebuah tren yang banyak terdapat di seluruh dunia.

Selain lebih fleksibel dan bisa menghemat penggunaan lahan, teknik ini juga bisa memberikan Anda hasil pertanian yang lebih sehat. Keberlangsungan bumi juga turut lestari akibat adanya teknik urban farming yang seolah menjadi oase di perkotaan dengan banyak polusi. Lalu, seperti apa teknik pertanian masa depan yang satu ini? Mulai dari pengertian, metode, hingga manfaatnya? Simak informasinya berikut ini.

Berkenalan dengan Teknik Urban Farming 

teknik urban farming
(sumber gambar: Dekoruma.com)

Istilah urban farming berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti pertanian urban. Melansir laman Wikipedia, secara terminologi, ini adalah istilah yang memiliki arti sebagai praktik budidaya, distribusi, pemrosesan bahan pangan yang dilakukan di atau sekitar kota. Dalam artian yang lebih luas, teknik urban farming atau berkebun di tengah kota, adalah istilah bercocok tanam atau beternak secara mandiri.

Basis kegiatan ini adalah di perkotaan yang notabenenya memiliki jumlah dan luas lahan yang terbatas. Dalam prakteknya, kegiatan pertanian urban juga mencoba untuk menghilangkan stigma atau cara pandang masyarakat terhadap pertanian yang terkenal ribet dan memakan banyak tempat. Dengan teknik ini, Anda bisa melakukan kegiatan bercocok tanam yang simple dan mudah dengan memanfaatkan berbagai benda yang ada disekitar rumah.

Misalnya saja penggunaan barang bekas seperti botol bekas, gelas plastik bekas, pipa paralon, bahkan kaleng cat. Media tanam untuk pertanian ini juga tidak selalu menggunakan tanah, melainkan bahan lain seperti sabut kelapa, arang, sekam, dan lain sebagainya. Hal kunci lain adalah teknik urban farming menerapkan konsep zero waste, dalam artian memanfaatkan bahan sisa seperti sisa sampah dapur yang bisa menjadi pupuk organik untuk tanaman.

Hasil dari teknik pertanian urban juga nantinya akan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau bisa mendistribusikannya ke tempat lain. Hasil pertanian dengan teknik ini juga lebih sehat karena tenik penanaman yang lebih organik tanpa bantuan pupuk kimia ataupun pestisida. Dengan begitu, Anda bisa memanfaatkan hasil pertanian untuk kebutuhan pangan Anda sendiri.

Jika memang hasil yang Anda peroleh lebih dari cukup, maka Anda bisa menjual hasil pertanian sebagai komoditi sayuran organik. Tentunya peminat sayuran organik juga sangat besar karena gaya hidup yang sehat semakin banyak yang melakukannya saat ini.

Baca Juga: Cara Budidaya Tanaman Buah Naga Pasti Berbuah 

Metode Penanaman Pertanian Urban 

teknik urban farming
(sumber gambar: sustainability.umich.edu)

Ketika memutuskan akan menggunakan teknik urban farming, Anda dapat memilih beberapa metode penanaman. Basis dari semua metode ini adalah cara yang mudah, sederhana, dan tidak memakan banyak tempat. Metode tersebut diantaranya adalah:

1. Akuaponik 

Metode urban farming yang pertama adalah akuponik atau pertanian yang memanfaatkan basis air. Dalam prakteknya, Anda bisa membentuk ekosistem berupa budidaya ikan dan tanaman sekaligus. 3 (tiga) jenis komponen kunci dalam metode ini adalah adanya ikan, bakteri, dan juga tanaman. Nantinya, air dalam kolam ikan yang kaya akan nutrisi akan menjadi media tanam bagi tanaman akuaponik. Dengan begitu, simbiosis mutualisme akan terbentuk.

Air yang kaya nutrisi akan bertindak sebagai pupuk alami bagi tanaman. Sedangkan tanaman juga akan membantu menjaga air agar tetap bersih supaya ikan bisa hidup dengan baik. Metode ini adalah kombinasi metode hidroponik dan agrikultur. Keunggulan metode ini adalah:

  • Bisa membuat penggunaan air lebih efisien
  • Produksi 2 produk budidaya secara bersamaan
  • Tidak memerlukan pupuk, pestisida, ataupun tanah
  • Pencemaran air akibat limbah budidaya ikan bisa diminimalisir
  • Cocok untuk area seperti tanah yang rusak, pulau berpasir yang sangat asin, atau guru

Tanaman yang cocok dengan metode akuaponik: kangkung, sawi pak choy, selada

2. Hidroponik 

Metode teknik urban farming yang kedua adalah hidroponik. Basis metode ini hampir sama seperti akuaponik, namun tidak menggunakan ikan untuk budidayanya. Pada metode ini, airlah yang berperan sebagai media tanam. Apabila Anda kesulitan untuk mendapatkan tanah yang penuh nutrisi, maka solusi terbaik adalah untuk menggunakan metode ini.

Beberapa keunggulan metode pertanian urban ini adalah:

  • Penggunaan air menjadi lebih bermanfaat dan efisien
  • Kualitas hasil panen tanaman yang lebih bersih dan sehat
  • Tidak membutuhkan pestisida kimia
  • Tidak ada ancaman hama ataupun gulma yang biasa muncul di tanah

Tanaman yang cocok dengan metode hidroponik: timun, selada, dan kangkung 

3. Wall Gardening 

Untuk metode teknik urban farming ini, penanaman tanaman akan dilakukan secara vertikal dengan memanfaatkan dinding atau tembok rumah Anda. Umumnya metode ini banyak digunakan pada gedung-gedung perkantoran, apartemen, atau rumah dengan lahan yang terbatas.  Selain lebih efisien dalam menanam tanaman, metode ini juga bisa menambah kesejukan dan keindahan rumah atau area tertentu.

Tanaman yang cocok dengan metode wall gardening: tanaman hias, tomat, dan cabai

4. Metode Vertikultur 

Metode penanaman teknik urban farming yang terakhir adalah metode vertikultur. Hampir sama dengan wall gardening, metode ini memanfaatkan area vertikal untuk budidaya. Anda bisa memanfaatkan berbagai barang seperti pipa paralon, ban bekas, hingga polybag. Dengan metode ini, Anda bisa mendaur ulang barang bekas menjadi tempat pertanian yang lebih bermanfaat.

Tanaman yang cocok dengan metode vertikultur: sawi, kucai, strawberry, dan bayam 

Tidak hanya 4 (empat) metode tersebut, teknik urban farming juga meliputi berbagai metode lain, seperti budidaya ikan atau produk perikanan lain di dalam tangki, dan tabulampot (tanam buah dalam pot).

Manfaat yang Bisa Anda Peroleh dari Teknik Urban Farming 

teknik urban farming
(sumber gambar: genpi.co)

Teknik urban farming tidak hanya bisa Anda lakukan sebagai hobi atau kegiatan untuk mengusir rasa jenuh. Akan tetapi, lebih dari itu, ada berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari teknik pertanian ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menjadi Alternatif Ruang Terbuka Hijau 

Perkotaan yang notabenenya sangat terbatas akan lahan, bisa sangat mendapatkan manfaat dari teknik urban farming. Terutama bagi gedung-gedung perkantoran yang memiliki tingkat kemacetan tinggi dan banyak polusi. Dengan urban farming, Anda bisa mendapatkan ruang terbuka hijau yang bisa menjadi sumber kesejukan serta menambah keindahan area tertentu. Hasilnya, tidak hanya polusi yang berkurang, Anda juga bisa menjadi lebih fresh setelah melihat tanaman urban farming. 

2. Berkonstribusi untuk Melestarikan Lingkungan 

Manfaat teknik urban farming selanjutnya adalah turut melestarikan lingkungan. Pemanasan global yang kian tinggi, memang berpotensi membahayakan kelestarian bumi. Anda bisa berkontribusi menurunkan suhu tinggi akibat polusi yang memicu pemanasana global dengan pertanian urban.

Penelitian oleh Card University di tahun 2007 juga mengungkapkan bahwa adanya ruang terbuka hijau yang ada di gedung perkantoran atau rooftop bisa membantu menurunkan suhu udara pada daerah sekitarnya secara drastis. Hasilnya, polusi dan pemanasan global bisa diminimalisir dengan lebih optimal.

3. Turut Menyumbang Hasil Pangan yang Berkualitas dan Sehat 

Saat Anda melakukan teknik urban farming, maka Anda juga turut menyumbang hasil pangan yang berkualitas dan sehat. Pasalnya, hasil produk dari pertanian urban memiliki kualitas yang lebih segar, bersih, dan sehat karena tidak memerlukan pestisida dan melewati proses distribusi yang lebih cepat daripada sayuran biasa. Dengan harga yang memang sedikit lebih mahal, Anda bisa mendapatkan kualitas sumber pangan yang jauh lebih sehat untuk tubuh.

4. Kegiatan yang Baik untuk Kesehatan Mental 

Tidak hanya untuk ekonomi dan sektor pangan, teknik urban farming juga baik untuk kesehatan mental Anda. Pasalnya, tubuh dan pikiran Anda bisa menjadi lebih bugar ketika melakukan kegiatan bercocok tanam. Anda bisa lebih terhubung ke alam dan menurunkan tingkat stress. Hasilnya, kesehatan mental secara keseluruhan bisa menjadi lebih baik dan sehat.

Nah, itulah berbagai informasi terkait pertanian dengan teknik urban farming. Pada dasarnya, pertanian ini adalah sistem yang akan sangat berguna di masa depan, mengingat betapa makin terbatasnya lahan untuk manusia. Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari teknik pertanian ini juga sangat besar. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera coba teknik ini untuk hidup yang lebih sehat dan berkualitas!

Check Also

cara merawat bunglon

7 Trik dan Cara Merawat Bunglon Supaya Sehat dan Jinak

Siapa diantara sobat agribisnis yang merupakan pecinta reptil seperti bunglon? Jika iya, apakah Anda juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published.