Breaking News

Jurus Jitu Sukses Ternak Burung Perkutut yang Wajib Kamu Tahu

Ternak burung perkutut memang memiliki peluang yang sangat besar, apalagi saat ini sudah banyak adanya perlombaan burung. Para kolektor burung semakin mencari burung yang memiliki kualitas siulan yang baik, seperti burung perkutut ini. Burung perkutut (geopelia striata) merupakan burung yang berada dalam suku Columbidae.

Salah satu jenis burung pemakan biji-bijian dan tidak juga menutup kemungkinan jika burung ini juga pemakan serangga di alam bebas. Burung perkutut ini memiliki ukuran 21 cm. Memiliki tubuh yang berukuran ramping dan ekor yang lumayan panjang. Kepala burung ini memiliki warna abu-abu dengan bagian leher yang bergaris halus dan bagian punggung coklat dengan tepian berwarna hitam.

Ciri-ciri burung perkutut yaitu :

  1. Memiliki tubuh yang tergolong kecil dari pada burung yang lain, berkisar antara 20 hingga 25 cm.
  2. Memiliki bentuk kepala yang membulat dan kecil dengan warna abu-abu.
  3. Mempunyai paruh yang panjang dan runcing dengan warna biru keabu-abuan.
  4. Bagian matanya memiliki bentuk bulat dengan warna iris berwarna abu-abu kebiru-biruan.
  5. Memiliki leher yang agak panjang dengan banyak bulu halus.
  6. Pola bulu di dada dan leher memiliki bentuk pola garis yang melintang dengan warna hitam dan putih.
  7. Memiliki bulu ekor berwarna cokelat yang lumayan panjang.
  8. Burung perkutut biasanya memiliki 8 jari dengan kuku yang runcing.
  9. Jari-jari perlutut berguna untuk bertengger dan mencengkram.

Warna buku luar dan ekor yang berwarna hitam dengan ujung putih. Perkutut jawa banyak mencari makan di permukaan tanah. Burung ini memiliki bentuk sarang yang unik dan datar tipis serta terbuat dari ranting-ranting yang telah terkumpul. Pemeliharaan burung ini biasanya oleh para penyuka burung.

Untuk pemeliharaan hanya biasanya hanya memakan biji-bijian, milet putih, milet merah, jewawut, gabah berukuran kecil ataupun ketan hitam. Ada juga pemelihara yang memberi makan berupa canary seed, biji godem, dan biji sawi.

Burung perkutut yang digunakan untuk lomba biasanya sangat dijaga stamina dan pola makannya. Biasanya juga memberikan jamu-jamuan dan vitamin untuk menjaga kualitas suara burung perkutut. Pola pemberian jamu dan vitamin lainnya biasanya tiga hari sebelum lomba dan setelah dimandikan.

Untuk melakukan pemandian burung rutin, biasanya hanya seminggu sekali. Namun untuk burung perkutut yang memiliki karakter liar biasanya intensitas mandi lebih sering dua sampai tiga kali lipat. Burung perkutut juga memerlukan nutrisi cahaya matahari dengan melakukan penjemuran di bawah sinar matahari langsung.

Untuk melakukan usaha ternak burung ini juga tergolong mudah. Berikut ini cara untuk ternak burung perkutut.

Cara Ternak Burung Perkutut

Memilih Indukan Burung

Awal yang harus kita perhatikan dalam memilih indukan yaitu kualitas dan umurnya. Indukan perkutut biasanya berumur 4 sampai 6 bulan bertujuan agar proses penjodohan nantinya tidak terlalu sulit. Lalu, perhatikan kualitas suara dari indukan yang  akan kita pilih. Dengan memilih indukan yang memiliki suara yang bagus, kemungkinan besar juga kaan memiliki silsilah yang baik.

Cara untuk membedakan perkutut jantan dan betina yaitu :

Perkutut Jantan

  • Memiliki kulit yang berada di sekeliling mata dan membulat
  • Terdapat bubuk putih pada kepala
  • Memiliki ekor yang berukuran panjang
  • Memiliki paruh yang panjang, tebal, dan melengkung
  • Perkutut jantan memiliki tubuh yang lebih besar dari betina

Perkutut Betina

  • Memiliki bentuk wajah yang sayu
  • Tidak memiliki kulit yang terdapat pada sekeliling mata
  • Memiliki ukuran yang tentunya lebih kecil dari jantan
  • Ukuran paruh lurus dan ekor yang pendek

Persiapan Kandang

Pembuatan kandang mirip seperti burung atau unggas yang lain dalam ternaknya. Pembuatannya harus senyaman mungkin untuk burung perkutut agar tidak mudah stress. Biasanya kandang hanya terbuat dari kawat dan memiliki ukuran ideal yaitu berkisar 45 sampai 180 cm dan lebar kandang yakni sekitar 50 hingga 60 cm serta panjang kandang sekitar 100 hingga 180 cm.

Perhatikan sirkulasi udara pada kandang, pastikan burung mendapat kondisi suhu udara yang baik. Sebaiknya terdiri dari pasir atau tanah. Posisikan kandang di tempat yang strategis agar bisa mendapat sinar matahari yang cukup.

Proses Penjodohan Burung Perkutut

Penjodohan dapat kita lakukan dengan memasukan dua calon indukan ke dalam satu kandang yang sama. Perhatikan juga waktu yang tepat, idealnya yaitu saat sore hari. Pemberian nutrisi dan vitami sebelum penjodohan juga sangat berpengaruh. Pemberian kacang hijau yang lunak, berbagai vitamin E, vitamin minyak ikan, dan penyemprotan badan burung agar sedikit basah.

Upaya Pemeliharaan Burung

Ternak burung perkutut
faunadanflora.com

Pemeliharaan burung perkutut bisa dengan memperhatikan kondisi dan pakan yang burung konsumsi. Pakan yang bisa berupa jewawut, kejawan, biji rumput yang ada di tanaman padi, atau padi. Selain ada pada makanan pokok, berikan juga nutrisi vitamin tanmbahan seperti parutan kencur dan air atau parutan kencur saja untuk menjaga kesehatan, menjaga kualitas suara burung perkutut, menghilangkan lendir, serta memperkuat pita suara pada burung perkutut.

Anakan perkutut yang memiliki usia 1 sampai 1,5 bulan sebaiknya dipisahkan dari indukannya. Karena pada umur tersebut, burung perkutut sudah bisa makan sendiri. Pisahkan anakan dan tempatkan pada sangkar burung ataupun kandang dengan ukuran 50 x 70 x 50 cm dan bisa menampung hingga 8 sampai 10 ekor burung perkutut.

Pakan burung perkutut sebaiknya berupa pakan yang mengandung vitamin B kompleks, minyak ikan, kalsium , dan bisa juga menambahkan obat cacing. Pastikan juga bahwa anakan memperoleh kebutuhan sinar matahari yang cukup agar tubuhnya tetap sehat. Berikan tambahan vitamin setiap seminggu sekali. Setelah memasuki usia 3 bulan, maka anakan burung perkutut sudah bisa pindah ke sangkar soliter.

Penggunakan tiang kerekan yang terpasang pada kandang juga bisa kita gunakan. Fungsinya yaitu untuk membantu mengeringkan bulu burung perkutut setelah mandi dan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. Waku optimal untuk menjemur burung perkutut yaitu pada 7 sampai 9 pagi.

Memastikan kandang selalu bersih, rutin dalam membersihkan alas bawah sangkar tempat menampung kotoran. Isi ulang wadah minum burung dan sebaiknya tempatkan kandang pada lokasi yang strategis dan tidak memiliki kondisi angin yang terlalu kencang.

Perkembangbiakan Ternak Burung Perkutut

Biasanya burung perkutut berkembangbiak dengan bertelur sebanyak dua butir setiap kalinya dengan jarak telur pertama dan telur kedua sekitar 1 sampai 2 hari. Di habitat aslinya, burung perkutut bisa bertelur sebanyak dua hingga 3 kali pertahun.

Namun untuk burung perkutut yang diternakan bisa bertelur hingga 6 kali dalam setahun. Dalam peternakan burung perkutut, ada metode penitipan di mana burung lain akan mengeramkan dan menetaskan telur. Jadi, induk aslinya tidak mengeramkan telur.

Baca Juga : Mengenal Varietas Mangga Miyazaki yang Viral!

Burung perkutut yang diternakan akan lebih sering sering bertelur atau lebih banyak memproduksi telur dari pada burung perkutut yang ada di alam bebas. Karena dalam peternakan burung perkutut, nutrisi dan pakan burung sangat menjadi perhatian peternak.

Namun, jika lebih sering mengeluarkan telur maka kualitas burung perkutut akan menurun. Oleh karena itu, peternak biasanya akan membatasi jumlah telur burung perkutut tiap tahunnya agar kualitasnya tetap terjaga.

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *