Panduan Sistem Tumpang Sari Jagung dan Cabe

  • Whatsapp
tumpang sari jagung dan cabai
istanatanaman.com

Salah satu jenis tumpang sari yang sudah berkembang di Indonesia yaitu sistem tumpang sari jagung dan cabai. Jagung merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat dan di beberapa daerah juga memakai jagung sebagai bahan makanan pokok. Sementara cabai rawit merupakan tanaman yang sudah tidak bisa kita ragukan nilai ekonomisnya. Apalagi ketika menjelang hari-hari besar seperti hari raya yang menyebabkan harga cabai cukup melonjak tinggi di mana-mana, meskipun kadang juga harganya bisa menurun.

Tumpang sari jagung dan cabai

Tumpang sari adalah salah satu bentuk pertanian di mana pertanaman campuran antara dua jenis tanaman atau lebih di dalam satu area lahan tanaman yang sama serta dalam waktu yang bersamaan atau agak persamaan. Salah satu jenis tumpang sari adalah tumpang sari (Intercropping), tumpang gilir (Multiplecropping), tanaman bergilir (Sequintial planting), tanaman sisipan, serta ada juga sistem tanaman campuran.

Salah satu alasan meningkatnya sistem pertanian menggunakan tumpang sari lahan yaitu karena semakin menyempitnya lahan pertanian. Sementara itu, biaya produksi yang semakin hari makin meningkat serta kebutuhan konsumsi yang terus meningkat. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah ini yaitu dengan menanam jenis tanaman yang memiliki kualitas tinggi dan perbaikan teknik dan sistem bercocok tanam.

Menurut penelitian, sistem tumpang sari jagung dan cabai juga dapat mengurangi jumlah hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Tanaman jagung dapat mengeluarkan senyawa tertentu yang bisa menolak adanya hama kutu yang seringkali menyerang tanaman cabai. Ketika tanaman jagung telah terpanen batang juga dibiarkan agar menjadi anjir tanaman cabai.  Sehingga bisa lebih bermanfaat, efektif, dan efisien. Proses penanaman tumpang sari jagung dan cabai ini dapat menghemat penggunaan mulsa yang berlebih. Penggunaan mulsa dan pupuk pada penanaman jagung sebelumnya masih bisa bermanfaat bagi tanaman cabai.

Keuntungan Melakukan Tumpang Sari Jagung dan Cabai

Beberapa keuntungan yang kita dapat dari tumpang sari jagung dan cabai, yaitu :

  1. Dapat menghemat waktu penanaman dan bisa efisien terhadap tenaga pengolahan tanah.
  2. Menghemat tenaga dalam pemeliharaan dan perawatan dua tanaman atau lebih secara sekaligus.
  3. Dapat menghemat pengeluaran karena pupuk yang terpakai juga lebih efisien.
  4. Bisa menghemat penggunaan air untuk penyiraman dua jenis tanaman.
  5. Dapat meningkatkan dan mengoptimalkan penggunaan lahan serta meningkatkan penghasilan.
  6. Meminimalisir pengendalian dari serangan hama dan penyakit terutama untuk hama kutu pada tanaman cabai.
  7. Dapat menghasilkan waktu panen secara terus menerus sehingga keuntungan pembudidaya pun ikut bertambah seiring berjalannya waktu.

Cara Budidaya Tumpang Sari Jagung dan Cabai

Berikut ini merupakan cara budidaya tumpang sari jagung dan cabai :

1. Tahap Persiapan Lahan Tanam

persiapan lahan

Pada tahapan ini, pertama harus kita lakukan yaitu membersihkan lahan terlebih dahulu. Perlu juga untuk melakukan penggemburan atau pembajakan serta pembuatan pelengkap seperti bedengan dengan ukuran menyesuaikan sekitar 80 cm x 90 cm dengan tinggi secukupnya menyesuaikan dengan ketinggian air. Pembuatan bedengan bermanfaat untuk memudahkan penyiangan pada tanaman. Untuk panjang  bedengan  dengan bisa menyesuaikan dengan ukuran lahan.

2. Tahap Pemberian Pupuk pada Tanaman

Pupuk memiliki fungsi untuk menambah ketersediaan unsur hara yang ada pada tanah unsur hara tersebut sangat dibutuhkan tanaman guna tumbuh dan berkembang. Penggunaan pupuk bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah  jadi ataupun kompos yang bisa kita tambah dengan pupuk SP 36 ZA dan KCL dengan perbandingan ukuran 2 : 1: 1. Pemberian pupuk sebenarnya cukup mudah pada tanaman,  hanya dengan menaburkan kan secara merata ke atas jaringan. Kemudian campuran secara merata dengan tanah. Untuk penggunaan pupuk organik ataupun kimia harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Setelah pemberian pupuk kemudian tanah akan kita biarkan selama satu minggu Sebelum masa penanaman tiba.

3. Tahap Penanaman Tumpang Sari Jagung dan Cabai

tumpang sari jagung dan cabai

Lakukan penanaman jagung dan cabai dengan jarak antar tanaman sekitar 30 cm dan jarak antar baris dalam bedengan 50 cm untuk 1 benih atau lubang tanam. Sebelum masuk ke dalam proses penanaman benih jagung juga bisa kita beri dengan  cairan fungisida dan insektisida yang bertujuan untuk mencegah berbagai macam penyakit jamur serta gangguan hama. Di mana bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung dan cabai.

4. Tahap Penyemaian Tanaman

Waktu yang paling baik untuk penyemaian benih cabai yaitu 10 hari sebelum penanaman jagung ataupun bisa juga bersamaan dengan penanaman jagung. Untuk jenis cabai sebaiknya kita  semai dengan menggunakan  polybag kau ataupun tempat khusus semai agar tanaman tidak merasakan stress ketika langsung pindah tanam pada lahan. Pemindahan tanaman cabai bisa dilakukan ketika tanaman cabai sudah berumur 30 hari semenjak penyemaian.

Namun penanaman bibit cabai juga kita lakukan sesudah. Adanya penanaman jagung, dan jagung sudah berumur 20 hingga 30 hari setelah masa tanam. Ataupun ketika umur bibit cabai sudah mencapai 1 bulan. Cara menanam bibit cabai bisa kita lakukan dengan mengikuti barisan tanaman jagung di atas bedengan. Bisa juga dengan menanam di antara tanaman jagung. Jarak penanaman cabai yaitu sekitar 60 cm x 60 cm ataupun 70 cm x 60 cm. Bertujuan agar ketika jagung sudah memasuki masa panen maka tanaman cabai pun sudah memasuki umur 35 – 40 hari. Sehingga kedua tanaman jagung dan cabai tidak saling mengganggu.

Jika ingin menanam jagung, tanam jagung dengan satu benih jagung pada tiap lubang tanaman. Sebelum melakukan penanaman jagung, bisa kita campur dengan fungisida dan insektisida yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jamur serta gangguan hama yang bisa menyerang tanaman jagung. Tanaman jagung sudah bisa kita panen ketika umurnya sudah mencapai 60 hingga 65 hari setelah masa tanam. Namun tergantung pada varietas serta lokasi penanaman. Jika berada di daratan rendah jagung manis cenderung lebih cepat mengalami panen daripada jagung yang berada di dataran tinggi. Sementara itu, untuk jagung kering bisa kita panen ketika umurnya mencapai 85 hingga 95 hari setelah masa tanam.

5. Tahap Pemeliharaan Tanaman

tumpang sari jagung dan cabai

Untuk perawatan tumpang sari jagung dan cabai sebenarnya tidak berbeda dengan tanaman monokultur pada umumnya. Yaitu meliputi penyiangan, pemupukan, dan penyiraman tanaman. Untuk penyiangan dapat kita lakukan ketika sudah terlihat rumput liar ataupun gulma yang ada di sekitar tanaman sudah melebat. Penyiangan dapat kita lakukan dengan cara manual dan hindari dengan menggunakan herbisida. Namun penggunaan herbisida harus terus kita perhatikan dan jangan terlalu sering dalam menggunakannya.

Baca Juga : Intip Budidaya Lele Sistem Boster yang Menguntungkan

Sebab herbisida juga bisa memicu kesudakan tanah dan bisa juga menganggu pertumbuhan tanaman jika jumlahnya terlalu banyak. Sedangkan, untuk pemupukan merupakan pemupukan susulan yang bisa kita berikan ketika penyiangan telah selesai dan berikan pupuk secara segera. Setelah itu lakukan pendangiran secara segera. Untuk penggunaan jenis dan dosis pupuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pada tanaman. Kemudian untuk penyiraman tanaman, penyiraman tanaman merupakan salah satu hal yang wajib kita lakukan ketika musim kemarau atau hujan sedang tidak turun. Untuk frekuensi penyiraman tanaman bisa menyesuaikan kebutuhan dan banyaknya tanaman yang ada.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *