Breaking News

Yumina Bumina: Inovasi Cerdik untuk Budidaya Ikan yang Efisien

Budidaya ikan masih menjadi pilihan budidaya perairan yang potensial sampai saat ini. Buktinya, ada banyak sekali teknik yang bisa Anda lakukan serta komoditi ikan yang bisa Anda pilih. Salah satu teknik budidaya ikan yang bisa Anda gunakan adalah yumina bumina. Teknik ini bisa Anda manfaatkan untuk jenis  ikan air tawar sekaligus berkebun tanaman. Inilah yang perlu Anda tahu tentang teknik budidaya ini.

Apa Itu Yumina Bumina?

yumina bumina
(sumber gambar: kompasiana.com)

Pada dasarnya, yumina adalah singkatan dari kata “sayur” dan juga “ikan”. Sementara itu untuk bumina adalah singkatan dari “buah” dan “ikan”. Dari perpaduan kata ini, maka muncul sebuah teknik budidaya ikan baru yang sangat efisien dan hemat lahan maupun air. Sebab, dalam teknik ini Anda bisa melakukan budidaya ikan sekaligus menanam sayuran dan buah-buahan dalam satu waktu.

Pencetus dari teknik ini adalah Balai Penelitian dan Pengembangan Kelautan Perikanan (Balitbang-KP) Indonesia. Tujuannya adalah untuk menjadi alternatif bagi para pelaku budidaya yang terkendala lahan dan juga volume air. Dengan teknik ini, pelaku budidaya bisa menggunakan lahan yang tidak terlalu besar untuk melakukan 2 (dua) kegiatan budidaya sekaligus.

Pada tahun 2005, teknik ini Balitbang-KP perkenalkan secara luas di masyarakat. Sampai saat ini, penggunaannya masih sangat besar terutama di beberapa daerah tertentu. Mulai dari Cirata, Bantul, Pacitan, Jakarta, dan Bogor. Pada awal kemunculannya teknik ini juga masyarakat kenal dengan nama Akuaponik. Sistem terpau antara akuakultur dan juga hidroponik. Dimana teknik ini memadukan antara pemeliharaan ikan sekaligus bercocok tanam.

Sasaran khusus dari teknik budidaya ini sebenarnya adalah masyarakat perkotaan yang memang selama ini terbatas lahan dan air. Padahal, di daerah perkotaan masih sangat membutuhkan penanaman tanaman seperti sayur dan buah agar bisa berkontribusi dalam mengurangi tingkat polusi dan memperbaiki kualitas udara. Nah, agar bisa tetap bercocok taman namun di lahan terbatas, maka yumina bumina adalah solusi yang tepat.

Cara Kerja Yumina Bumina

Untuk memahami cara kerja dari teknik budidaya ini sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Karena pada dasarnya, Anda akan memadukan 2 (dua) jenis budidaya dalam 1 tempat untuk menghemat air dan lahan. Budidaya ikan dan juga budidaya tanaman sayur maupun buah-buahan.

Cara kerjanya adalah Anda akan memelihara ikan dalam satu tempat kemudian sebagian hasil dari budidaya ikan itu akan Anda manfaatkan untuk budidaya tanaman. Pencemaran air akibat limbah budidaya dari sisa pakan dan metabolisme ikan akan menjadi sumber nutrisi yang baik untuk tanaman. Khususnya budidaya ikan air tawar dan tanaman sayur mayur serta buah-buahan. Sangat sederhana bukan cara kerjanya?

Meski terlihat sederhana, namun dampak efisiensi dengan teknik ini terbukti sangat besar lho. Dari hasil penelitian, budidaya dengan teknik ini bahkan bisa menghemat air sampai 700% dan bisa mengurangi tingkat amonia di dalam air sampai 90%. Selain itu, juga mampu menurunkan kadar nitrit dari yang awalnya 4,4 mg/liter menjadi hanya 0,013-0,25 mg/liter saja.

Tentunya penghematan dan penurunan kadar amonia serta nitrit ini sangat baik untuk keberlangsungan budidaya ikan maupun tanaman. Selain itu, teknik yumina bumina juga sangat cocok untuk Anda terapkan dimana saja. Baik itu daerah perkotaan, daerah pesisir pantai, sampai daerah pegunungan. Karena dari penuturan pihak Balitbang-KP, teknik bisa cocok untuk daerah dengan ketinggian 7 sampai 1.000 mdpl.

Tidak hanya itu, teknik ini juga bisa Anda pakai dalam berbagai skala budidaya. Baik itu skala kecil yaitu untuk kebutuhan rumah tangga maupun skala besar atau industri. Karena pada dasarnya, peralatan yang harus Anda siapkan untuk skala besar maupun kecil adalah sama.

Baca Juga: Cara Menanam Asparagus Lengkap dari Awal Sampai Panen

Peralatan dan Bahan untuk Teknik Budidaya Yumina dan Bumina

yumina bumina
(sumber gambar: twitter.com)

Peralatan dan bahan yang harus Anda siapkan untuk budidaya ini juga tergolong sederhana. Anda hanya tinggal menyesuaikan kebutuhannya dengan skala budidaya yang akan Anda lakukan. Jika skala kecil, maka jumlah peralatan dan bahan juga bisa Anda kurangi, namun sebaliknya jika besar maka harus Anda tambah. Peralatan yang harus Anda siapkan adalah:

  1. Wadah media untuk menanam, bisa menggunakan berbagai media. Mulai dari bak kayu maupun ember plastik. Nantinya wadah ini harus Anda lengkapi dengan terpal, paralon, dan juga talang air. Ukuran wadah ini bisa Anda sesuaikan dengan skala budidaya
  2. Media tanam yang berfungsi untuk tempat melekatnya akar dan untuk filter biologis air kolam. Pilihlah media tanam yang kuat, berongga, dan tidak mudah hancur
  3. Pompa air yang befungsi untuuk distribusi air pada setiap tanaman. Ukuran dan tipe pompa bisa Anda sesuaikan dengan skala budidaya dan ukuran wadah tanam
  4. Jenis ikan air tawar (bisa berupa lele, nila, dan lain sebagainya)
  5. Jenis tanaman (bisa berupa strawberry, cabai, tomat, bawang putih, dan lain sebagainya)

Jika sudah memenuhi semua peralatan dan bahan, maka Anda langsung bisa membangun budidaya tanaman dan ikan secara bersamaan. Cukup mudah bukan?

Pilihan Teknik Budidaya Lain di Lahan Sempit

Tidak hanya yumina bumina, masih ada beberapa alternatif budidaya lain yang bisa Anda pakai di lahan sempit. Berbagai metode ini juga tergolong mudah untuk Anda terapkan dan snagat efisien. Inilah beberapa metode tersebut:

1. Vertikultur

Budidaya ini akan memanfaatkan lahan yang sempit dan terbatas dengan metode penanaman secara vertikal. Anda hanya perlu menyiapkan media berupa bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam. Nantinya proses penanaman bisa Anda lakukan secara bertingkat.

Ada banyak model vertikultur yang bisa Anda pilih. Mulai dari vertikultur tempel, tegak, rak, sampai dengan gantung. Jenis sayuran yang bisa Anda tanam dengan metode ini juga sangat banyak. Mulai dari sawi, kangkung, pakcoi, seledri, sampai dengan tomat bisa Anda pilih. Selain untuk bercocok tanam, metode ini juga bisa membuat tampilan rumah Anda menjadi lebih segar dengan adanya vertikultur.

2. Hidroponik

Teknik penanaman kedua yang bisa Anda lakukan di lahan sempit adalah hidroponik. Untuk teknik yang satu ini mungkin sudah sangat familiar bagi Anda. Teknik ini akan menggunakan air sebagai media penanaman. Nantinya, air harus Anda berikan berbagai nutrisi dan unsur hara untuk menggantikan peran tanah.

Selain hanya memanfaatkan air, wadah untuk penanaman hidroponik juga sangat murah dan bisa Anda temukan dengan mudah. Wada itu adalah berupa botol bekas air mineral. Kemudian Anda juga harus menambahkan media tanam seperti sekam, pecahan bata sebagai tempat akar tanaman mencengkram.

Umumnya Anda bisa memilih berbagai macam tanaman ketika menggunakan hidroponik. Mulai dari tanaman obat-obatan, sayur mayur, buah-buahan, sampai dengan tanaman hias. Karena menggunakan air, hasil tanaman dengan teknik ini juga tergolong lebih berkualitas dan organik sehingga lebih sehat untuk Anda konsumsi.

3. Tabulampot

Teknik menanam terakhir adalah metode tabulampot (menanam buah di dalam pot). Bagi Anda yang memiliki lahan terbatas namun ingin menanam buah-buahan, maka bisa menggunakan teknik ini. Ketika menanam dengan metode tabulampot, Anda bisa menggunakan media tanam berupa campuran sekam, tanah, dan juga kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Sementara itu untuk wadah tanaman, Anda bisa menggunakan logam (drum), plastik, kayu, semen, maupun tanah liat. Namun untuk wadah terbaik adalah yang menggunakan kayu dan juga tanah liat karena bisa menahan temperatur ruang dengan lebih stabil dan memiliki pori-pori.

Anda juga harus meletakkan tanaman di lokasi yang terbuka dan terkena cahaya matahari secara rutin. Frekuensi penyiraman yang bisa Anda lakukan adalah 2 (dua) kali sehari yaitu pagi dan sore untuk musim kemarau. Sementara itu jika musim hujan, maka baru siram tanaman jika memang tanahnya sudah terlihat kering.

Jika Anda tidak menemukan pot, maka alternatif lain yang bisa Anda pakai adalah menggunakan polybag. Namun ingat, penggunaan polybag ini harus benar-benar menjadi opsi terakhir jika memang tidak bisa mendapatkan pot sama sekali. Karena polybag sebenarnya kurang cocok untuk wadah penanaman karena cenderung mudah sobek dan tidak tahan lama.

Nah sobat agribisnis, itulah teknik budidaya dan menanam tanaman yumina bumina. Teknik yang satu ini bisa menjadi alternatif dan opsi terbaik bagi Anda yang memiliki lahan terbatas untuk budidaya ikan maupun tanaman. Apalagi peralatan dan bahan yang harus Anda siapkan juga tergolong murah dan mudah. Jadi, apakah Anda tertarik untuk melakukan budidaya ikan sekaligus menanam sayur dan buah menggunakan teknik ini?

Check Also

makanan-ikan-gabus

7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar

Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.